Review Matahari Tere Liye (Buku Ketiga Serial BUMI)

Novel MATAHARI, Tere Liye - Cushion by sayangbantal.

Novel MATAHARI, Tere Liye – Cushion by sayangbantal.

Sebenarnya novel Matahari karya Tere Liye ini launching pertama kali bulan Juli tahun ini. Saya ketinggalan hampir 3 bulan. Tapi, untungnya saya masih bisa merasakan euforia hebohnya serial BUMI ini. Sampai sekarang udah cetakan ke sekian (entahlah). Temen saya dapet novelnya cetakan ke 6 dan saya ke 2, padahal sama-sama terbit bulan agustus bukunya. Intinya novel Matahari ini sangat laris. Banyak sekali penggemar petualangan tiga remaja: Raib, Seli, dan Ali ini yang tidak sabar menunggu setahun untuk memenuhi rasa penasaran mereka pada kisah kelanjutannya.

Waktu dulu ambil BUMI di Gramed, tidak punya ekspetasi apa-apa. Yang saya pikirkan cuma pengen beli novelnya Tere Liye yang terbaru, dan dapetnya BUMI. Tertarik karena BUMI berbeda dari novel-novel Tere Liye yang lain yang dijejer di sebelahnya. Terutama karena sinopsisnya sangat berbau fantasi. Dan itulah yang membuat saya tanpa berpikir dua kali langsung melenggang ke mbak-mbak kasir. Baca lebih lanjut

Iklan

Review Novel Hujan – Tere Liye

Sedikit Sinopsis:
Novel Hujan bercerita tentang seorang gadis bernama Lail yang ingin melupakan memori menyakitkannya. Setting berada pada tahun 2050an. Teknologi sudah maju. Teknologi itu mampu memodifikasi pikiran manusia, seperti menghapus memori dan mengkloning otak. Itulah yang hendak dilakukan Lail. Ia ingin menghapus memori menyakitkan dari otaknya tentang seorang laki-laki yang amat ia cintai.

Membaca judul dan melihat nama pengarangnya, banyak orang yang akan menebak bahwa ini adalah novel percintaan atau romansa. Betul. Tebakan ini jarang keliru karena kebanyakan novel Tere Liye berkisah tentang cinta. Baca lebih lanjut

Review Novel ‘Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin’

Ketemu lagi (lagi-lagi) dengan penulis novel ini: Tere Liye. Jangan bosan-bosan ya. Kalo bosan makanya kasih saya novel kamu buat di-review, 😀 .

Judul novel ini: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.
Penulis: Tere Liye
Tebal: 264 halaman
Penerbit: GPU, Cetakan kedua Oktober 2010
Ratings: Me 3 of 5. Goodreads 3.92.

To be honest, saya tipe orang yang mudah mundur gara-gara kesan pertama kurang enak dari sebuah novel. Itu yang terjadi waktu saya baca novel Tere Liye ini. Dulu banget, pas masih baru novelnya. Novel ini kesimpen bersama novel lain yang belum saya baca di rumah. Lama setelah saya memutuskan untuk tidak membacanya, banyak teman-teman yang nanya sama saya, punya novel Tere Liye apa aja. FYI, anak-anak muda yang sedang masa cinta-cintaan dan doyan baca, pasti tahu Tere Liye. Mereka ibaratkan Tere Liye ini dokter cintanya anak muda. Lihatlah kutipan-kutipan yang dibuat penulis terkenal ini di jagat maya. Kece deh pokoknya.

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Tere Liye

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye

Baca lebih lanjut

Review Novel RINDU – Tere Liye

Hello from the other side!

Saya masih di sini. Masih jadi mahasiswa semester akhir. Ternyata jadi tua itu rasanya seperti ini ya? (*yang lebih tua siapin golok*) 😀 . Update dulu tentang perjalanan pendidikan daku yang berliku ini. Saya semester 9 (enggak perlu malu). Udah enggak kuliah. Kerjaannya ya revisi. Tanggal 4 Januari 2016 saya mau ujian seminar hasil penelitian kimia saya. Itu belum ujian akhir/pendadaran. Masih on going pendadarannya. Pengennya sih ikut wisuda bulan Maret 2016. Semoga, ya. Doakan dong. (Btw, hampir 5 tahun saya kuliah S1 ini. Kalo ibarat anak SD kelas 1, sekarang mau naik kelas 6. Yang dulu ingusan sekarang udah cinta-cintaan)

By the way, this time I’ll tell you about a book from Tere Liye, judulnya Rindu.

novel rindu tere liye

RINDU – Tere Liye

Baca lebih lanjut

Review Novel ‘BULAN’ (Tere Liye)

novel bulan tere liye

Novel BULAN – Tere Liye

Ini buku ke 9 dari Tere Liye yang saya baca setelah ‘Ayahku (Bukan) Pembohong’. Judul novel ini BULAN, seri kedua dari trilogi BUMI. Di halaman terakhir buku ini sudah ditulis, buku ketiga MATAHARI akan rilis tahun 2016. Trilogi ini merupakan novel fantasi anak-anak sebenarnya. Namun gaya penceritaannya tentu saja nyastra, seperti kata bos divapress. Pilihan kata-katanya khas tere liye banget, bukan gayanya anak muda. Baca lebih lanjut