Apa Itu LD50? #Toksikologi

Google.

Sumber: Google.

Preface:

Sebenarnya postingan ini pernah saya publish di blog saya yang nebeng sama blog uns dalam rangka lomba blog pada bulan Februari 2016 kemarin. Waktu itu kasus tewasnya Wayan Mirna sedang ribut-ributnya, sehingga saya tertarik membahas hal tentang racun. Besok (5 Oktober 2016) adalah sidang yang ke 27 kalo gak salah. Maka saya pikir tidak ada salahnya saya posting ulang tulisan tentang toksikologi ini. Yah, meskipun di penghujung sidang ini masih terdapat perdebatan apakah Mirna terbunuh karena racun atau tidak, hanya Tuhan yang tahu. Saya masih menunggu keputusan hakim. Tentu akan menarik mendengar putusan yang disahkan untuk akhir dari rentetan sidang paling populer di sejarah acara sidang live di dalam negeri ini.

LD50 dalam Toksikologi.

Saya memperoleh materi toksikologi ini dari mata kuliah kimia lingkungan yang diampu oleh Prof. Sulistyo Saputro, Ph.D. Toksikologi sendiri dapat diartikan sebagai suatu ilmu tentang zat beracun. Sebagaimana yang telah kita tahu, semua yang berakhiran -logi berarti ilmu, sama seperti biologi, geologi, antropologi, dll.

Baca lebih lanjut

Giveaway: Free Triangulation

like foto ini di link ini: https://www.instagram.com/p/BK4ixxsA_ag

like foto ini di link ini: https://www.instagram.com/p/BK4ixxsA_ag

Ini bukan giveaway barang. Saya selenggarakan dalam rangka uang tahun kakak saya bulan Oktober, cewek, yang ke 25 tahun. Udah, gitu aja,  😉 Tanpa cas-ncis-ncus.

Free #TriangulationArt
Buat kamu atau temenmu yang lahir pas/setelah tanggal 1 Oktober.

Terms:
1. like foto di atas (via instagram), engga harus follow.
2. inbox ke saya lewat ig/wa foto kartu identitas ktp/sim/identitas lain punyamu/punya temenmu (kalo mau ikutin temenmu), gak harus full, yang penting kelihatan nama dan tanggal lahir, boleh sensor nomor identitas dan alamatnya.
3. deadline sebelum tanggal 5 Oktober 2016.

Tidak harus yang tanggal lahir bulan Oktober soalnya akan  saya bandingkan dengan semua kiriman dan dipilih yang paling dekat dengan 1 Oktober. Bagi November, Desember, Januari, dst boleh ikutan lho. Semua data transparan.

Hanya untuk 1 pemenang, kecuali jika sama tanggal lahirnya. Yuk, yang ikutan baru segelintir.

Contoh hasil desainnya: (NB: hasil yang akan saya berikan berupa file).

Naik Level (Graduation)

Setelah 5 tahun terikat dengan Universitas Sebelas Maret, pada hari Sabtu (2 Sept 2016) beberapa waktu yang lalu saya resmi dilepas dengan bekal S.Pd.

Kuliah saya memang terbilang lama. Jika normalnya teman-teman seangkatan saya lulus bulan Desember tahun kemarin (2015), saya justru melenggang (dengan beberapa teman lain yang senasib) 9 bulan kemudian. Selayaknya bayi yang sedang dikandung dan mesti berjuang menuju kelahiran (9 bln), kami termotivasi melihat teman-teman yang telah diwisuda. Tapi perjuangan untuk menyusul tidak mudah. Butuh waktu berbulan-bulan hingga terbuka jalan menuju kelulusan.

Lulus lama tidak patut disesali. Harus tetap disyukuri karena bisa lulus. Beberapa orang bahkan harus mengalami masa-masa sulit untuk mengundurkan diri atau berpindah kampus gara-gara masa studinya hampir expired.

img-20160904-wa0041

Bersyukur kepada Allah. 🙂

Baca lebih lanjut

Berlatih Jalan (Kembali)

Setelah operasi itu, selayaknya operasi yang lain, tubuh seseorang tentu memerlukan waktu untuk menyesuaikan agar kembali pada keadaan semula.

Drain belum boleh dilepas hingga hari ke lima, sementara untuk melangkah mesti dibantu dengan kruk. Dengan tangan kiri memegangi drain dan ketiak kanan menjepit kruk, saya mulai belajar perlahan untuk melangkah lagi.

Rasa nyeri sudah pasti belum bisa hilang dalam waktu cepat. Apalagi ketika digunakan untuk berjalan. Sebenarnya, seseorang yang baru lepas pen tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan tulangnya karena tulang tersebut pasti sudah kuat. Mencoba beraktivitas normal diperbolehkan, asal kamu masih bisa mentolerir rasa nyerinya. Berikan batasan-batasan tersendiri untuk gerakan tertentu sehingga meskipun tidak akan menimbulkan masalah, setidaknya kamu tidak merasakan sakit atau nyeri. Baca lebih lanjut

Mensyukuri

Dulu ketika saya baru saja mengalami musibah kecelakaan itu dan merasa menjadi orang yang amat menderita, saya bertanya-tanya: Mengapa saya harus mengalami ini? Mengapa saya yang harus menanggung ini? Apa perbuatan di masa lalu yang membuat saya harus menerima hukuman seperti ini?

Menunggu, menunggu, lalu menunggu, jawabannya tidak kunjung datang. Hingga suatu hari ketika badan saya mulai tegap, mulai bisa melihat lagi keadaan di sekitar, saya merasa tidak menginginkan jawaban itu lagi. Jika jawaban atas pertanyaan itu memang ada, apakah lantas akan membuat saya puas begitu mengetahuinya? Saya rasa, jika jawaban itu benar-benar ada, saya akan menyesal karena telah mengetahui kebenarannya.

2013 - 20 th

kruk buat jalan, dan diriku.

Baca lebih lanjut

Operasi Lepas Pen Paha di RSUI Kustati Solo

Hari Selasa, 2 Agustus 2016 saya melakukan operasi lepas pen dari paha kiri. Pen itu terpasang cukup lama, kurang lebih 3 tahun semenjak kecelakaan bulan Agustus 2013. Menurut dokter, saya bisa melepasnya setelah 1 atau 2 tahun. Namun, karena boleh lebih dari 2 tahun, saya sengaja memilih waktunya ketika saya benar-benar terbebas dari urusan di kampus. Setelah terdaftar sebagai calon wisudawan bulan September tahun ini, saya memutuskan menunggunya dengan bed rest sejenak.


3 years ago…
Pada suatu malam Agustus 2013 di jalanan di kota Jepara, motor yang saya kendarai bertabrakan dengan motor lain dari arah berlawanan. Kecelakaan itu menyebabkan saya kehilangan kesadaran seketika. Atau jika saya memang tidak kehilangan kesadaran, kecelakaan itu menyebabkan saya kehilangan memori tentang kesadaran tsb. Sebab menurut keterangan warga yang menyaksikan, saya tidak sepenuhnya pingsan karena saat itu saya meronta. Kemudian seseorang mengaku melihat ada sepeda motor lain dari arah belakang saya tak bisa menghindari keberadaan saya di atas aspal sehingga terpaksa melindas kaki kiri saya. Mestinya itu terasa amat sakit tapi Allah sepertinya menghilangkan ingatan saya tentang hal itu. Dan orang yang menyebabkan kaki saya patah, dia melarikan diri.

Baca lebih lanjut

Finally, I Got it!

Sebulan kemarin (Mei 2016) menjadi bulan yang cukup berat buat saya, karena saya harus mewujudkan mimpi dari gambar ini:

profil blog

I wanna get my graduation before 23

Di kampus saya, seorang mahasiswa dikatakan sudah lulus bukan setelah ia diwisuda, tapi sebelum itu. Kelulusan yaitu ketika kamu sudah menyelesaikan semua revisi, yang tanggalnya akan dicantumkan dalam surat keterangan yudisium.

11 Mei 2016 saya menghadapi sidang skripsi. 10 hari berikutnya adalah tenggat waktu yang saya berikan buat saya sendiri untuk menyelesaikan revisi karena setelah itu usia saya bertambah setahun menjadi *ehm* 23. Baca lebih lanjut

Merajut Pondasi Hidup

Nyaris 3 bulan terakhir ini saya jauh dari blog. Tidak posting selama berhari-hari ternyata memberi beban batin tersendiri bagi saya. Atau barangkali ada teman yang merasakan hal sama? Saya merasa bersalah membiarkan blog ini mati suri selama 3 bulan.2016-04-22 20.12.01

Bagi saya, memiliki titel sarjana bagai pondasi hidup. Akan kokoh hidup saya kalau saya sudah memperoleh titel saya (yeah). Nah, itulah yang sedang saya perjuangkan di semester ini, sehingga memaksa saya sedikit renggang dari blog.

Buat yang sekarang sudah kerja, membaca ini mungkin mengingatkan masa dulu. Buat yang sekarang sedang kuliah S2, tentu bisa membandingkan rasanya dulu dengan sekarang. Sementara saya yang masih berkutat dengan S1, tampaknya perlu banyak belajar dari pengalaman berharga teman-teman. Baca lebih lanjut

Operasi Lepas Pen Tangan

Sebelumnya.

Jumat, tanggal 8 Januari saya dan kawan-kawan cus ke Magelang, ke rumah temen dalam rangka maen-maen. Biar dibilang cowok banget kami berangkat dari Solo pake motor berenam. Lewatnya candi Prambanan, lalu Kaliurang baru ke Mungkid dan langsung ke kompleks Candi Borobudur karena rumah temen saya di kecamatan Borobudur. Berangkat jam 2 siang, sampe rumah temen maghrib. Lama amat yah. Ini karena kami sempat kesasar di Kaliurang deket UII, dengan keadaan basah kuyup. Kasian banget sepatu saya, duh.

Paginya sang tourguide alias tuan rumah ngajakin ke Sukmojoyo Hill (Punthuk Sukmojoyo) (tiket masuk gak ada, cuma parkir 2rb). Naik lumayan tinggi. Jalan kaki lumayan jauh, kaki pegel-pegel tapi terbayarkan sudah di ujung, nunggu sang mentari terbit. Setelah puas-puasin foto, kami turun, mampir bentar ke rumah kamera.

Sehabis sarapan dan habis mandi kami berangkat ke Candi Borobudur (harga tiket masuk 30K, kalau mau sewa payung 5K). Cuaca amat panas. Foto-foto selfi yang banyak biar hits dan bikin video juga di sana.

Baca lebih lanjut

Akhir dari Sebuah Program

IMG-20151124-WA0003

Saya yang mana? (Teman-teman PPL)

Saya menulis ini lantaran sadar bahwa ada banyak orang di luar sana yang ingin mencicipi kenangan, pengalaman, dan remeh-temeh dari kehidupan orang lain. Saya salah satunya. Saya selalu penasaran dengan apa yang kalian lakukan di tempat kalian. Bukan hanya sekadar lewat foto dan sekelumit kalimat pengantar saja, tapi dalam sebuah cerita utuh. Bedanya dengan Dementor, kalau Dementor menghisap kebahagiaan dan kegembiraan seseorang, saya hanya meminjam cerita kalian dalam bentuk kaset, lalu akan saya kembalikan sesudah saya tonton. *Ah, apalah* Baca lebih lanjut