THE RESISTANCE: SATU – Prolog

Sebelumnya: Pendahuluan

Perang Dunia Ketiga telah berakhir. Krisis terjadi di mana-mana. Para pemimpin negara-negara itu, entah pura-pura atau serius, telah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Peserikatan Bangsa-Bangsa. Lima puluh tahun kemudian kami baru bisa memastikan bahwa kaum X dan Milenial benar-benar telah musnah dari bumi. Usia mereka jarang bertahan hingga 75, begitu pula dengan kami, generasi berikutnya.

Perubahan usia harapan hidup ini memaksa kami untuk menyesuaikan semua regulasi yang masih berlaku. Namun masalah terbesarnya bukan itu. Bukan pula suhu bumi yang mengalami kenaikan hingga 2,5 derajat celcius per tahun sejak 2010. Atau keberadaan virus sisa senjata biologi peninggalan perang yang masih menjadi ancaman di beberapa negara non-tropis.

Masalah ini menyerang sisi humanis manusia, untuk tetap bersatu atau saling melenyapkan demi menjaga perdamaian yang telah mereka bangun susah payah pasca-perang.

Masalah ini berawal dari pertanyaan: bagaimana jika rasa sakit fisik pada manusia bisa benar-benar dilenyapkan?

Go to: Prolog | Bab 1 Bag. 1 | Bab 1 Bag. 2
Bab 2 Bag. 1 | Bab 2 Bag. 2

Iklan

5 respons untuk ‘THE RESISTANCE: SATU – Prolog

Tinggalkan Balasan ke Desfortin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.