Perencanaan Keuangan untuk Membeli Mobil Bekas

Banyak orang bilang membeli mobil atau rumah bukan prioritas milenial saat ini. Milenial di mata orang adalah mereka yang haus akan eksistensi, gemar membayar mahal untuk makanan dan penampilan, serta mati-matian dalam mengejar kebanggaan akan brand/merek tertentu. Investasi mereka kebanyakan bukan pada properti namun lebih pada pengalaman hidup seperti jalan-jalan, dengan moto: nikmati masa mudamu selagi bisa, berkelilinglah dunia selagi punya kesempatan. Dengan begitu, pertimbangan untuk membeli mobil pun bukan suatu hal yang penting untuk dibicarakan karena buat apa punya mobil kalau kau lebih sering pakai kereta atau pesawat dengan paspor yang penuh stempel? Liburan kita ke luar negeri, Honey, begitu katanya. Lagipula mobil bisa nyewa, Kakak.

Saya tergolong milenial yang masih berpikir bahwa memiliki mobil atau rumah adalah prioritas untuk masa depan. Namun, saya mungkin masih tetap masuk golongan milenial yang haus eksistensi, pilih-pilih dalam hal makanan, serta gila brand/merek tertentu sesuai dengan stereotip yang sepertinya muncul dari pandangan kaum orang tua alias generasi X.

Di posting ini saya mau menjabarkan mengenai perencanaan keuangan untuk membeli mobil bekas menggunakan fitur Pengelolaan Finansial Pribadi dari BNI Internet Banking.

Saya memutuskan untuk membuat perencanaan ini dengan kesadaran bahwa di tahun-tahun mendatang, seiring bertambahnya usia, fokus saya akan sedikit berbeda sehingga sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuat perencanaan. Poin yang saya jabarkan tentang perencanaan keuangan ini tentu tidak selevel mas danirachmat, yang sambil merem pun bisa ngomong soal duit dengan santainya.


Memilih Mobil

Saya mengidamkan mobil jenis MPV (Multi-Purpose Vehicle), bukan Hatchback seperti yang tengah digandrungi anak muda. Dan pilihan saya jatuh pada Toyota Avanza tipe S. I’m 24 and I choose that kind of car, is that weird? Sementara mereka yang seumuran biasanya lebih memilih Honda Jazz, Mazda 2, Brio, Ayla, Datsun GO+, dkk.

Pertimbangan ini berdasarkan pada penghasilan per bulan dan kebutuhan finansial utama yang lain seperti invest buat biaya nikah beberapa tahun lagi, Insya Allah. Will you get married? Of course I will. And what about buying house? Saya belum membuat rencana hitung-hitungannya tapi pasti akan sampai ke tahap itu dalam waktu dekat, sebab katanya, perencanaan keuangan mestinya dilakukan sejak memasuki usia 20. Pernyataan itu secara tidak langsung menyadarkan saya bahwa saya telat menyusun perencanaan keuangan untuk masa depan. But, it’s better late than never, you know?

Kenapa mobil bekas? Jawabannya ada pada paragraf sebelum ini. Kuncinya di kemampuan finansial. Pendapatan saya dengan kamu tentu berbeda kan? Pengennya sih Avanza Veloz keluaran terbaru tapi duitnya dari mano? Haha.

Harga Toyota Avanza 1.5 S MPV Tahun 2011 sekitar 110jt. Berikut adalah kalkulasi jika saya membelinya secara kredit melalui bank syariah:

  • Harga Beli                 : Rp 110.000.000
  • Margin (30%)           : Rp    33.000.000 (keuntungan yang ditentukan oleh pihak bank, saya kira-kira kurang lebih 30%)
    —————————————————- +
  • Harga Jual                : Rp 143.000.000
  • Uang Muka (25%)  : Rp    27.500.000 (dihitung dari harga beli)
    —————————————————- –
  • Total Pembiayaan : Rp 115.500.000
  • Angsuran Per Bulan: Bulan ke-1 sd ke-60 = Rp1.925.000

Membuat Perencaan Awal

Berikut adalah hitung-hitungan mengenai biaya yang harus saya bayarkan di awal:

  • Uang Muka                                                       : Rp 27.500.000
  • Angsuran Bulan Pertama                           : Rp   1.925.000
  • Biaya Administrasi                                        : Rp   1.000.000
  • Asuransi (asumsi 9.5%) = 9.5% x 110jt = Rp10.450.000
  • Lainnya                                                             : Rp  2.000.000
    —————————————————————————— +
  • Total dana yang harus disiapkan           : Rp42.875.000

Untuk menabung sebanyak itu diperlukan tabungan kedua agar dana yang disiapkan tidak bercampur dengan anggaran keuangan yang lain. Meski sudah memiliki tabungan kedua, masalah berikutnya ada pada komitmen untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan bulanan ke rekening kedua tsb. Biasanya, jika dilakukan secara manual alias transfer antarrekening tiap bulan, manusia kadang lupa atau malah menggampangkan karena hal itu berhubungan dengan urusan pribadi (kecuali jika sudah ada yang menyemangati, ea).

Yang menemani sebagian besar transaksi saya

Sebenarnya bisa dilakukan transfer terjadwal atau debit otomatis dari rekening utama menuju rekening kedua. Namun, lagi-lagi kita harus modal tenaga ekstra untuk menganalisis semua transaksi yang sudah dilakukan. Oleh karena itu BNI Internet Banking melalui fitur Pengelolaan Finansial Pribadi memberikan kemudahan untuk membuat perencanaan keuangan yang tertata beserta laporan lengkap transaksinya.

Berikut ini simulasi penggunaan fitur Pengelolaan Finansial Pribadi dari BNI Internet Banking:

1. Login seperti biasa

cara menggunakan pengelolaan finansial pribadi bni

2. Pilih menu Pengelolaan Finansial Pribadi

cara menggunakan pengelolaan finansial pribadi bni

3. Pilih menu Pengaturan Tujuan

cara pengelolaan finansial pribadi bni internet banking

4. Klik Tambah Tujuan Keuangan

cara pengelolaan finansial pribadi bni
5. Pilih Target lalu tekan tombol Diproses

penggunaan pengelolaan finansial pribadi bni
6. Isi rinciannya

pengelolaan finansial pribadi bni internet
7. Harga mobil saya isi dengan biaya awal untuk kredit, bukan harga beli mobil karena tujuan saya adalah menabung untuk biaya awal kredit bukan menabung untuk membeli secara cash.

8. Setelah mengeklik tombol ‘klik di sini’ kita akan ditunjukkan nominal yang harus kita tabung per bulan. Dalam hal ini, berdasarkan kasus saya adalah Rp1.765.625 yang akan dipotong dari saldo rekening utama setiap bulan.

9. Diarahkan ke halaman pengaturan rekening tujuan. Jika belum memiliki rekening kedua, akan muncul halaman pembukaan rekening baru.

10. Jika sudah selesai, kita bisa menganalisa sejauh mana perkembangan transaksi yang telah kita buat melalui menu Lihat Laporan yang dilengkapi dengan diagram analisa.

11. Bisa juga dilihat melalui menu Pengaturan Tujuan, yang disajikan dalam bentuk tabel Daftar Target yang menampilkan progress perencanaan yang sudah kita buat.

Di tabel tersebut tertulis mulai September 2017 sd Oktober 2019, kurang lebih 25 bulan atau 2 tahun lebih 1 bulan hingga saya akhirnya punya tabungan awal untuk mewujudkan keinginan saya memiliki mobil sendiri. Pada tahun tersebut mungkin harga mobil yang saya idamkan turun, dan mungkin juga minat saya pada mobil tersebut berkurang karena tergoda dengan merek atau tipe yang lain. Namun, setidaknya saat itu saya sudah memiliki cukup tabungan untuk membawa pulang sebuah mobil bukan?

Ayo, jangan tunggu untuk membuat rencana keuanganmu sendiri!


Tulisan ini disertakan dalam event “Cara Cerdas Kelola Keuanganmu” #BNIFinancialPlanner.

Iklan

27 thoughts on “Perencanaan Keuangan untuk Membeli Mobil Bekas

  1. sinyonyanyablak berkata:

    Aku setuju sih mending beli mobil bekas walaupun emang mesti teliti krn mobil bekas kan bayar pajaknya juga ga semahal mobil baru. Tp klo disuruh milih rumah atau mobil aku lebih pilih rumah, krn rumah harganya naik terus, sedangkan mobil harganya makin turun.

    Disukai oleh 2 orang

    • rizzaumami berkata:

      Antara dilema juga mbak. Dan pertimbangan kebutuhan saat ini. Kalau bisa sih dua-duanya bisa dicicil barengan. Tapi karena aku bukan pejabat dan kudu tau diri wkwkwwk, maka yg lbh ringan dulu. Ntar rumah kalo ada yg share cicilan baru oke deh 😀

      Suka

  2. Wawa berkata:

    Bener banget mas, walaupun ga dari awal 20an merencanakannya, yg penting sekarang udh sadar ttg hal itu 😁😁

    Kalo menurut wa sih rumah dan mobil lebih pentingla dripada sekedar janjalan.. Soalnya itu utk jangka panjang.. 😂

    Disukai oleh 1 orang

  3. Desfortin berkata:

    Oo..lg endorse BNI Financial Planner ternyata. Ini artikel kedua yg sya bca stlah artikel yg ditulis mas Deddy Huang ttg tema terkait. Sip.

    Betul banget, klau punya cita2 ttg sstu ya mesti direncanakan dg baik biar bs trcpai, yuk nabung!

    Semoga tercapai keinginan dapat mobilnya ya mas Rizza.

    Disukai oleh 2 orang

  4. ARIKA berkata:

    Wah iya anak muda biasanya lebih memilih jenis sedan klasik atau biasanya juga Volkswagen classic, karena biasanya ada komunitasnya tersendiri, tapi anda nggak iya.. lbh memilih jenis MPV, cocok untuk masa depan/berkeluarga. Haha

    Perencanaan jangka panjang yang bagus 👍

    Disukai oleh 1 orang

  5. A'a Goes To Sun berkata:

    Sip masbro, izin nyimak … Ane salah satu pecinta mobil bekas … Wait and see aja, mobil baru sekarang life cyle nya gak lama, habis itu keluar yang lebih terbaru … Jadi tinggal tunggu yang lama entah bekas atau baru habisin stock di gudang, jadi’y harga lebih murah deh …☺
    Aplagi dengan di bantu dgn BNI pasti lebih mudah … ,😉

    Disukai oleh 1 orang

  6. Gadung Giri berkata:

    pengen juga bisa konsisten untuk memiliki sesuatu, mobil misalnya. tapi kadang kadang terbuai pegang duit menjadi lebih royal dalam jajan. harusnya juga melakukan hal yang sama dengan menabung yang konsisten untuk mencapai tujuan memiliki sesuatu dan duit lebih bermanfaat secara kongkrit. bukan terhabiskan dengan suatu hal yang kurang jelas juntrungnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s