Saya Ingin Keloid Sembuh Total

Judul yang sangat desperate. Sebelum membahas lebih lanjut, buat yang belum kenal sama keloid, saya kenalkan lewat contoh keloid di lutut saya, di bawah ini. Bentuknya seperti itu, menonjol dan terus membesar sesuka dia.

Keloid merupakan jaringan parut yang membesar di kulit akibat luka. Kasus ini hanya dialami orang tertentu. Saya salah satunya. Menurut sumber yang pernah saya baca, orang yang memiliki bakat keloid mewarisi gen tsb dari orangtua. Bersyukurlah kalian tidak memiliki bakat ini.

keloid di lutut

keloid di lutut kanan

Sebenarnya saya sudah pernah menulis tentang keloid part satu tahun 2015 (bulan Oktober). Di posting tsb yang saya bahas adalah keloid di paha kiri saya. Dan waktu itu saya belum memiliki keloid di lutut. Keloid di lutut adalah yang terakhir kali muncul di antara yang lain di badan saya, yaitu tahun 2016 gara-gara luka jahit akibat terjatuh dari motor. Jatuhnya tidak terlalu parah sehingga saya enggan menyebut itu sebagai kecelakaan. Namun, luka yang saya dapat memang keterlaluan sampai harus dijahit. Jadi selama sebulan recovery, saya harus rela tidak menekuk lutut selama itu dan rasanya pegel banget, sama kayak nunggu respons darimu.

Tahun 2016 bisa dibilang tahun keloid bagi saya. Januari 2016, operasi pengambilan pen di lengan menyebabkan munculnya keloid kecil. Juni 2016, kejadian yang di lutut itu. Agustus 2016, operasi pengambilang pen di tulang paha kiri menyebabkan tumbuh keloid sepanjang 30 cm (sama kayak penggarismu).

Khusus untuk kasus keloid di pergelangan dan paha, saya menyebutnya sebagai lelucon medis karena saya merasa ditertawakan untuk kali kedua, sebab sebelum operasi pengambilan, di kedua area tsb sudah terpampang nyata makhluk bernama keloid ini (yang muncul sejak 2013 akibat operasi pemasangan pen). Saya kecewa karena telah berharap pada dokter bedah (yang menangani operasi pengambilan pen) agar memberi treatment tertentu apa-gitu supaya tidak tumbuh keloid lagi. Dan ternyata tidak terwujud. Setelah operasi pengambilan pen memang hilang karena dibedah. Namun, perlahan muncul lagi.

Keloid yang muncul akibat operasi pengambilan pen tumbuh lebih besar dan cepat dibanding episode sebelumnya. (Belakangan saya tahu jika keloid tsb memang lebih besar dan panjang karena pembedahan yang dilakukan untuk pengambilan pen memerlukan area yang lebih luas).

keloid di lengan

keloid kecil di pergelangan kiri

Kalau ada yang bilang keloid itu tidak mengganggu, itu adalah keloid yang ada di tangan dan lutut saya. Lalu yang mengganggu? Tentu saja yang di paha: panjang 30 cm, lebar 1-2 cm, tebal entahlah, saya tidak tahu cara mengukur yang pas. Namun, bukan masalah panjang dan gedenya itu, melainkan karena gatal dan nyeri yang kadang datang tiba-tiba.

Didorong keinginan ingin keloid sembuh total, terutama yang di paha, saya mendatangi dokter spesialis kulit di RSUD Kartini Jepara. Konsultasi dan sebagian obat dicover BPJS. Namun, untuk keperluan seperti suntikan kortikosteroid tetap di luar tanggungan BPJS yang mana satu suntikan seharga kurang lebih 150rb. Dan tiap 3 cm harus disuntik. Jadi jika dikalkulasi untuk keloid sepanjang 30 cm, berarti ada 10 suntikan = 1,5jt. Belum lagi kata Bu Dokter suntikannya juga dilakukan dari sisi berlawanan, jadi dikali 2 = 3jt tiap 2 minggu sampai luka mengempes. Oh, cantik emang mahal sis. Tapi saya gak berharap cantik karena saya tamvan. Saya cuma ingin dia kempes. Kan gak asik waktu lagi copot, ‘Lho, sayang, itu apa panjang-gelap di paha kamu?’

Awalnya saya menganggap luka keloid yang saya miliki normal selayaknya yang dimiliki orang awam lainnya sampai ketika saya lepas celana teman saya menatap ngeri. Lalu terjadilah sesi wawancara panjang tentang kecelakaan yang saya alami, patah tulang, pamer luka, pamer pacar (yang ini hoax), dst.

Mereka mungkin ngeri karena baru pertama kali melihat yang segede itu. Saya yang awalnya fine-fine saja justru terbawa respons mereka. Kemudian saya menyimpulkan bahwa keloid yang ada pada paha ini tidak bisa diterima orang awam. Lalu saya coba ke ibu saya. Respons yang sama, dan malah dilebih-lebihkan (biasa, emak-emak), ‘Ya Allah Gusti itu kok gede banget sejak kapan? Dulu gak ada kan? Kok kamu gak bilang ibu?’ (sambil jewer telinga saya). Nah, saya yang salah, oke?

Akhirnya dengan harap-harap cemas saya membawa diri ke hadapan dokter kulit.

Bu Dokter: Keloid?
Me: bla-bla

Bu Dokter: Kenapa bisa muncul?
Me: bla-bla

Bu Dokter: (ngejelasin tentang keloid) …muncul karena otak kamu mengira lukamu sebagai ancaman sehingga kulit memproduksi jaringan parut sebagai pertahanan… bla-bla
Me: (mangap)
Bu Dokter: Hei mingkem! (enggak ding)

Bu Dokter: Coba saya lihat.
Me: (lepas celana sambil malu)
Bu Dokter: Astaga! (beneran terkejut, entah astaga, atau astaghfirullah saya lupa).


Dokter meminta pendapat saya tentang pengobatan yang mungkin bisa dilakukan. Sejujurnya, saya tidak ingin disuntik atau dibedah lagi. Dokter pun agaknya setuju. Alasannya, dengan keloid sepanjang itu butuh banyak sekali suntikan dan menurutnya, keloid saya yang sudah cukup keras mungkin akan menyulitkan jarum suntik untuk masuk. Yang kedua, dibedah. Dokter juga bilang tidak menjamin setelah dibedah keloid itu tidak akan muncul lagi. Bisa jadi muncul lagi dan malah lebih besar. I don’t wanna take that risk, baby.

Karena dokter penasaran dan ingin melihat perkembangan untuk pemeriksaan berikutnya, ia memfoto paha saya. Setelah itu ia memberi saya cream Nerilon yang harganya menurut tulisan di box, 50rb. Firasat saya waktu itu, ini kayaknya gak mempan, sebab saya sudah pernah memakai yang lebih mahal dan tidak mempan. Benar saja, setelah cream hampir habis, tidak ada perubahan yang signifikan.

salep keloid Nerilon

cream Nerilon

FYI, saya mencoba cream Nerilon tsb di lutut saja setiap sebelum tidur. Tidak saya pakai di paha sebab saya ingin melihat efeknya dulu, apakah bekerja pada saya atau tidak. Seandainya saya coba di paha dan tahu hasilnya seperti ini, saya akan menyesal sekali karena telah melakukan hal yang menurut saya sia-sia. (Bayangin ngolesin salep di keloid sepanjang itu tiap malem. Mending mandangin kamu tiap malem)

Setelah ini saya akan coba cream lain yang disarankan oleh dokter saya. Nama cream-nya Koniderm. Cream ini tidak dijual di banyak apotek jadi agak susah mencarinya. Semoga kali ini work sehingga saya tak perlu lagi frustrasi dengan keberadaan makhluk menyebalkan bernama keloid ini.

Sekian. I still love you, mylyfe. (mylyfe terinspirasi dari quote legendaris, ‘I’m busy enjoying mylyfe, darling’)

Iklan

93 respons untuk ‘Saya Ingin Keloid Sembuh Total

  1. azizatoen berkata:

    Harus hati-hati biar nggak mudah terluka ya berarti kak…
    Kalau hatinya luka, keloidnya juga muncul ya kak? Eh wkwkwk 😂

    Itu keloid isinya apa sih kak? Daging? Atau apa? Aku masih penasaran :”
    Semoga bisa lekas diobati, semoga salep yang mau dicoba cocok untuk kak Umami. Sesungguhnya mengingat nama Koniderm kok yang terbayang di kepalaku obat anti jamur…
    I’m busy enjoying my life, darling. Quote dari twitter banget ya 😂😂😂

    Disukai oleh 1 orang

    • rizzaumami berkata:

      Aku juga sempet mikir gitu. Gimana kondisi hatiku sekarang ini. Semoga aja engga ada muncul semacam itu setelah hari-hari terberat yg pernah dia lalui. Hks.

      Entah itu isinya apa. Katanya jaringan kulit. Ya mmungkin semacam epidermis tp tumbuh dan katanya jg termasuk kanker kulit yg tdk berbahaya.

      Iya. Jgn2 dokternya ngasih aku obat jamur wkwkwk bukannya dermati# kaya di iklan tv.

      Km ikut ngebully dia di twit ya? 🙂

      Suka

  2. ade_jhr berkata:

    Panjang bener ya 30cm.. Agaknya itu nga mempan juga haha itu agaknya slp mirip model dermatic. Ak punya keloid d samping lutut kiri akibat luka tp dulu sering ak kasih buih yg muncul d kayu waktud bakar.. Itu si saran orang2 dan entah karna itu atau krna hal lainya keloidnya mengecil ya walaupun nga ilang total.. Apa lg bekas lukanya mana bisa ilang keculai oplas haha

    Disukai oleh 2 orang

    • rizzaumami berkata:

      Itu km oles berapa bulan Bang? Aku jaman dulu juga dikasih gitu di jari telunjuk yg kena bakar gara2 maen ga jelas tp emang sampe sekarang bekas lukanya bagus gt ga kaya yg akhir2 ini muncul. Apa emang buih itu obatnya? Bisa jadi alternatif semoga.

      Oplas kan? Sama yg dibilang dokter kulit, kalau ga sembuh bisa saya rujuk ke dokter oplas tp harus ke semarang soalnya di sini ga ada, gt katanya wkwkw.

      Suka

      • ade_jhr berkata:

        Berapa bulanya mah nga ingt lg za itu msh kecil dulu… klo memang nga berhasil pake obat oles ngumpulin duit aja dlu buat d oplas haha. Bukanya keren ya za yg d paha itu klo lg mandi d pantai kan keliatan tu berasa kayak samurai x tapi bedanya d paha :p

        Suka

        • rizzaumami berkata:

          Oplas haha. Ga urgen bgt ini bang. Tp kalo ada obat yg engga semahal dan sesakit oplas bolehlah dicoba.

          Yg ada malah jadi buah bibir orang pantai.. itu kenapa habis kebacok ya? makanya jgn tawuran haha…

          Suka

    • rizzaumami berkata:

      Yg Nerilon ini ga berhasil mbak. Sy mau coba Koniderm atau Derma atau yg lainnya. Mau coba cari reviewnya dulu. Sebenernya banyak sih yg jual salep keloid online tp sy blm yakin itu bakal berhasil.

      Disukai oleh 1 orang

        • Zoe Ina Siregar berkata:

          2 hr yl sy konsultasi ttg keloid kpd.doker spesialis bedah plastik. Prof.DR.dr. David Sontani Perdanakusuma. Beliau penemu obat KONIDERM.(hsl risetnya).
          Silakan lht di YOUTUBE : david sontani.
          Beliau praktek di RS dr.SOETOMO Surabaya.
          Sayang..byr dokter ini mahal bnget…di atas 400rb…hehe
          10 th yl..wkt msh riset..sy dpt obat ini dr beliau dan alhamdulillah keloid bks cacar sy kempes..
          Utk spy keloid tdk berkembang lbh bsr..hindari makanan pemicu keloid..spt makanan pedas..sambal botol..sambal terasi..penyetan..daging ayam horn/negeri..MSG..makanan yg ada pengawet..seafood..
          Smg info ini bermanfaat.

          Disukai oleh 2 orang

  3. febridwicahya berkata:

    Wkwkwk aku antara sedi dan ketawak sih kebawa tulisanmu wkwkw itu yang percakapan kamu buka celana kayak apaan banget deh bang wkwkw

    Duuuuh, semoga lekas mengempes ya bang itu keloidnya :’ masa tiap bang umami luka, keloid itu pasti muncul di bekas lukanya? ._.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Dea Rahma berkata:

    MasyaAllah gede banget. ‘ikutan lebay kayak orang2’
    Aku jg punya keloid karna bekas oprasi tp cuman selebar 5-6 jaitan, jd kaget aja kalo keloid bisa gendut2 gitu kayak biduran. Dan keloidku paling gatel sama ngilu2 aja, dielus2 kelar deh😁
    #komentidaksolutif

    Disukai oleh 1 orang

  5. adhyasahib berkata:

    Saya juga pernah baca tentang keloid ini, katanya yg punya bakat keloid bakalan sering muncul ya, kalo untuk kaum hawa bakalan sangat menggangu ini, terutama utk yg pernah lahiran sesar, yang gak punya bakat keloid macam saya saja bekas jahitannya timbul gitu 😦 *malah curcol*
    Btw semoga cepat kempes keloidnya ya mas

    Disukai oleh 1 orang

    • rizzaumami berkata:

      Thank you mbak.
      Iya sangat mengkhawatirkan terutama buat ibu2 yg melahirkan sesar. Katanya yg punya riwayat keloid ini habis lahiran luka dioles dermatik sembuh. Asal ga nunggu lama.

      Suka

  6. lianawatil berkata:

    Hi Kak Umami,
    Makasih infonya ya, aku jadi tau ttng keloid.
    Serem juga sih kalo tiap takut sama luka, kulit malah jadi begitu 😦
    Semoga lekas pulih dan ga begitu lagi kalo terluka ya.
    Keep sharing! 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  7. Lusy berkata:

    Bude saya juga ada keloid di telapak kaki nya akibat kesiram air panas, udah 2th yg lalu sih tp selama 2th itu dia ngebalurin terus luka keloid nya make minyak tawon alhamdulillah skrng udh ga menonjol lg udah rata lagi keloid nya cuma msh ada bekas2 warna kemerah2an bekas keloidnya itu

    Disukai oleh 1 orang

  8. Zoe Ina Siregar berkata:

    Agar tidak gatal (yg akhirnya keloid membesar) hindari makanan pedas..sambal botol..sambal terasi…penyetan…ayam horn/negeri…seafood.
    Cb cek di YouTube cari: david sontani.
    Beliau penemu obat keloid KONIDERM. sy br konsultasi ke beliau ttg keloid..krn sy jg ada keloid..n turun ke anak jg. Sayang konsultasi biayanya mahal..415rb..1x
    10 th yl wkt beliau msh riset obat tsb..sy dpt obatnya..dan keloid sy pjg sekitar 8 cm lbr 0.75cm sembuh..kempes..rata lg..hanya tinggal bekasnya.
    Smg info ini bs membantu
    Koniderm banyak di apotik surabaya.

    Disukai oleh 1 orang

    • Zoe Ina Siregar berkata:

      Dr. David Sontani praktek di poli rs.dr.soetomo gdg. Graha Amerta surabaya.
      Tdk bs pakai bpjs. Bayarnya mahal…hehe.
      Info dr dr.david..obat salep bs di beli di apotek oscar..jl darmawangsa sby sebrang gdg.graha amerta rs dr.soetomo. pemakaian 2x sehari..pagi dan sore/ malam..dioleskan merata di keloidnya.

      Suka

      • Zoe Ina Siregar berkata:

        Utk konsultasi hrs janjian dg dokternya. Bisa nanya sama perawat/petugas di poli graha amerta. Poli spesialis.
        Dr.david..spesialis dokter bedah plastik

        Suka

      • zanubiya berkata:

        mbak zoe thanks thanks.banget ……. peluk cium infonya, ktmu di blog ktmu di youtube, capcus langsung segera eksekusi itu obat. makasiiiiiiiiiiiiiiiiih banget mh zoe.

        Suka

  9. Lucky berkata:

    Punya temen perawat, mas bro? Kalo punya beli o trilac sama alat suntik nya trs minta tmn mu buat nyuntik di keloid yg kliatan dulu.. 1botol ny 130rb an bs untuk berkali kali suntik jangka waktu ny 2mnggu sekali.. pertama kali suntik ga sakit soal ny jaringan parut masih tebel..nnti kalo udh 2bln udh tipis itu yg sakit.. kalo ga tahan bisa di campur sama anastesi..itu cara paling ampuh ketimbang salep soal ny keloid mu udh bertahun tahun..buang2 uang buat salep kecuali keloid itu baru muncul, kemungkinan besar bs ilang, dan lbh murah drpd suntik di dokter rumah sakitmu..tp ya harus sabar pasti kliatan hasil ny.. kalo ga sabar y operasi laser plus hidrogen cm biaya ny puluhan juta 😂😂😂 salam konco lawas

    Disukai oleh 1 orang

    • moonlight berkata:

      mending jangan deh kalo suntik, pengalaman pribadi aku punya kelodi di bahu aku dulu pernah terapi suntik malah seminggu sekali ke dokter
      awal suntik emang cm sekali hasilnya agak mengempis, trs lanjut minggu berikutnya malah disuntik langsung 3x sakit ngilunya kebangetan smpe ga bsa gerakin tangan.
      nah akhirnya minggu berikutnya ga dateng lg karna waktu dlu msh SMP harus dianter org tua dan kebetulan org tua bbrpa minggu kedepan sibuk urusan kerja jd ga lanjut terapi lagi
      Hal hasi keloid melebar dri sbelumnya 3x lipat yg dlu ga pernah ngerasa sakit apalagi nyeri setelah suntikan malah ngerasain efek sampingnya sampai skrg ( berasa di malpraktik sm dokter yg dlunya kecil malah jd besar & lebar 😦 )
      (itu kejadiannya sekitar 2009)

      kalo mau ambil resiko suntik hrs makin ekstra ngeluarin duit untuk terapi, aku udh sampai capek baca referensi keloid klo suntik pasti menyebabkan melebar dan harus ektra sabar dri keloid
      sempat coba pakai dermatix yg diiklan tp hasil NOL, dan aku takut justru sering coba pake salep atau terapi keloid malah menyebabkan keloid semakin melebar dan tebal apalagi klo lg kumat sakit banget hikkksss soalnya keloid itu selalu tumbuh klo dirangsang makanya jd parno

      aku ambil keputusan buat menunggu alat kedokteran yg semakin jaman semakin canggih dri pd aku harus memperburuk kondisi keloidku

      aku udh ditahap frustasi mengahadapi keloid sedih banget rasanya kenapa harus ada penyakit macam ini apalagi aku cwe 😦

      Disukai oleh 1 orang

  10. aniezha anggraeni berkata:

    Kok kasus kita sama ya kak. saya sudah coba segala suntikan kenacort sampe salepnya juga sesama judul kenacort gak mempan. Lanjut beli dermatix, dermatix ultra, Mederma, Dermakel sampe entah sudah berapa merk lagi yang saya coba juga belum mampu menjinakkan keloid saya pasca pembedahan operasi area paha

    Disukai oleh 1 orang

  11. Marissa Zefanya berkata:

    Sedihnya mas, saya juga punya awalnya 1 di bahu kanan, awalnya cuek eh malah tambah gede. Akhirnya periksa ke dokter katanya saya punya bakat keloid (etdah bakat nyanyi, apakek ini malah keloid) jadi ga boleh punya luka, hindari sebisa mungkin. tapiiii apa daya kare dulu sempat jerawatan di punggung ahirnya di punggung punya 3, telinga punya 2 bekas tindik yg bikin sya jadi gak pede banget buat kuncir rambut karna pasti bakal diliatin kaya ada alien yang gelantungan di telinga.
    fyi keloid ternyata awal pertumbuhannya kalo kita tekan terus dia gak bakan tumbuh kok, contohnya 3 tahun lalu saya kecelakaan dan harus dijahit 3 jahitan di kaki saya letaknya pas banget di tempat ketutup tali sandal, eh sampe skg dia gak tumbuh karna saya pakein sandal, walaupun awalnya sakit banget, Puji Tuhan gak tumbuh. tapi untuk yang di telinga kayaknya mau milih operasi deh.
    fyi juga dari banyak review org yang sembuh dari keloid mereka berobat ke dokter nuklir tapi saya belom coba sih ya.
    Yaudah segitu aja dulu yaa, semoga keloid cepet punah dari muka bumi ini …

    Disukai oleh 1 orang

  12. Astari Putri Nuarisa berkata:

    Tau gitu dari awal saya tekan2 ya, ada satu di punggung yang dulu saya inget pernah ditekan terus tanpa sadar terus akhirnya mati. Tapi saya belum tahu kalau itu keloid, jadi bodohnya setiap punggung saya jerawatan saya garuk dan berbekas deh, sekarang ada 7 di punggung (yg 1 sudah mati), dan ukurannya terbilang besar rata2 1-4 cm *nangis*. 6 keloid masih tumbuh dengan indahnya. Dan memang betul kalau perawatan keloid tidak dicover asuransi karena termasuk kosmetik huft.

    Terus baru sekarang saya gugling2 cara nyembuhin ini keloid pakai obat atau semacamnya.

    Hasil dari keloplast gimana kak? Salep yang paling ampuh buat kakak? Apa yang 30 cm bisa lama2 mengempis?

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.