Pengalaman Mengejar Skor TOEFL ITP


Selamat bulan Mei, bloggers!

Lama tidak update, kalau dihitung-hitung sih … mmm, gak usah dihitung, bikin sakit hati (haha, gak mau dibilang inkonsisten).

Selama beberapa bulan kemarin saya mempersiapkan diri untuk mengikuti tes TOEFL ITP untuk bulan Maret. Banyak hal yang perlu dikorbankan untuk meraih skor di atas 500. Tapi bagi saya, dari semua hal yang ada, yang terasa sangat berharga untuk dikorbankan adalah waktu. Saya kehilangan waktu untuk mengerjakan hal lain. But, it’s worth it, karena TOEFL ITP ini adalah salah satu bagian dari mimpi saya.

Persiapan

Nyaris 2 bulan sebelum saya berangkat ke Pare Kediri, saya sudah melahap CLIFF, mempelajari semua materinya, mengerjakan semua soal-soalnya, dan membuat simulasi tes sendiri serta menentukan skor akhir sendiri. Jika waktu itu saya memutuskan untuk langsung real test TOEFL, peluang saya untuk memperoleh skor di atas 500 masih fifty-fifty. Dan saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika skor saya 497, seperti yang dialami temen saya, hiks. Duit 500rb melayang.

Lalu bulan Februari tanggal 9 saya berangkat ke Pare untuk memantapkan dan menstabilkan skor saya. Selama sebulan saya dicekoki reading, structure, dan listening tiap hari, ditambah simulasi tes seminggu 3 kali, total sebanyak 13 kali. Dari 13 kali simulasi itu, saya pernah sekali mendapat skor di bawah 500, pada tes ke 9 yaitu 493. Selainnya di atas 500, dengan skor tertinggi 570.

Kata tutor, materi saya dari awal memang sudah lumayan bagus, jadi tinggal membiasakan diri mengerjakan soal sebanyak mungkin sebelum real test.

TEST

Saya mengambil tes di Mahesa Institute, Kediri. Bayarnya 475rb untuk tanggal 18 Maret. Hasilnya keluar tanggal 31 Maret. Sertifikat dikirim ke rumah saya minggu depannya, tapi saat skor keluar pihak penyelenggara langsung mengirimkan scannya lewat email.

Kenapa mengambil di Kediri? Karena waktu itu saya perlu hasil tesnya sebelum bulan April. Sudah calling ke sana-sini, Unibraw, UGM, tapi full. Jadi daripada bingung nyari tempat, belum lagi ribet daftarnya lantaran jauh, mending saya langsung booking di Mahesa, mumpung masih di Kediri.

Tes dimulai jam 8 pagi, setelah sarapan nasi, berangkat ke lokasi sambil ngunyah cokelat (ini beneran, katanya bikin fokus kan, hehe). Hanya ada 1 pengawas, satu ruangan diisi 16 orang. Timer countdown disediakan oleh panitia. Tissue dan rautan juga disediakan di depan kelas. Tapi kalau hati yang kosong tidak tersedia … (hehe, apaan sih).

Selama tes, kita tidak diijinkan keluar ruangan, jadi untuk urusan toilet sebisa mungkin dituntaskan di awal, mau telpon mama-papa minta doa dulu juga monggo.

Saat tes, ruangan kondusif, tidak panas, speaker bagus, built-in di langit-langit kelas. pengawas sempat mengetes dan bertanya bagaimana kualitas suara speakernya, jika kurang bagus akan diubah settingnya.

Selesai mengerjakan listening benar-benar harus pindah ke structure, tidak ada waktu untuk menghapus atau menghitamkan jawaban. Waktu structure selesai juga harus pindah dengan segera ke reading. Jika ngeyel dan ketahuan pengawas, tamat riwayatmu, gitu katanya.

RESULT

Selesai tes saya sempat pesimis karena merasa listening dan readingnya susah. Jika akhirnya skor saya mepet 500, saya pasrah.

Tapi inilah hasilnya. Dan saya bersyukur karena meskipun tidak nyampe 600 (haha, ngimpi mas?), setidaknya sudah melampaui ekspektasi saya.


Pesan-pesan

Buat teman-teman yang baru mau pertama kali mengambil tes TOEFL ITP, minimal persiapan 1 bulan sebelumnya, kecuali kalau kamu sudah terbiasa dengan bahasa inggris tidak seperti saya, hehe. Atau jurusanmu memang Bahasa Inggris, jadi tidak begitu beban mental.

Kalau punya waktu luang dan bisa digunakan buat les, silakan ambil les. Sangat bermanfaaat untuk meningkatkan skormu, terutama structure. Karena structure ibarat matematika, ilmu pasti yang kadang kita harus minta tolong orang lain untuk mengajari. Sementara listening dan reading bisa kamu latih sendiri, tentu saja dengan soal-soal TOEFL. But, if you like movie or read eng-article, do that. It will help you so much.

Tapi kalau kamu sudah sibuk dan tidak punya waktu les, belilah buku-buku seperti Longman, Cambridge, atau CLIFF yang khusus TOEFL (saya tidak menyarankan buku berbahasa Indonesia). Pelajari dan kerjakan dengan sistematis. Lalu ikutlah simulasi tes TOEFL yang diadakan lembaga bahasa di sekitar tempat tinggal kamu. Biasanya bayarnya kurang dari 100rb per simulasi. Kalau di Pare cuma 10rb, tentu saja dengan kualitas simulai yang tidak beda jauh karena di Pare hal semacam ini sudah menjamur di mana-mana, bahkan ada yang gratis di hari tertentu jika kamu pinter nyari.

Jika hasil simulasimu sudah stabil di atas target, silakan daftar real test. Saran saya, jangan cuma ikut simulasi satu kali, ikutlah lebih dari sekali. Mending kamu berkorban di awal daripada menyesal karena hasil tes kurang dari target dan harus tes lagi.

Penting

Mohon perhatian, yang saya tulis di sini khusus untuk TOEFL ITP yaitu paper based test. Jika kamu sedang mempersiapkan untuk TOEFL IBT, IELTS atau yang lainnya, mungkin model persiapannya berbeda jadi jangan malas untuk cari informasinya ya. Ini jadwal untuk tes TOEFL di Indonesia: ini.

Baca: Tips Tes TPA UGM Tembus 650

Supported by nice quote:
Start where you are, use what you have, do what you can. | Arthur Ashe.

Iklan

28 thoughts on “Pengalaman Mengejar Skor TOEFL ITP

  1. shiq4 berkata:

    Wkekw… Kirain udah gak update lagi bang. Sekarang blogsphere agak sepi. Ayo dong rajin2 updatenya. Btw selamat ya testnya bagus apapun tujuan untuk test tersebut ke depannya.

    Disukai oleh 1 orang

  2. lovelyristin berkata:

    Wah.. Jarang update krn sedang kejar mimpi lulus Toefl, memang u test toefl ini butuh kesiapan sejak lama ya, karena bukan bahasa ibu, tp bagi yg bahasa ingg adalah bhs ibu menghadapi test toefl jg merasa susah ga ya? Mgkn tetep ya hrs siapkan mental, wawasan, dll.. Cuma wkt nya bs lbh singkat dibandingkan yg tdk berbahasa ingg sbg bhs ibu. Benerkan? Btw.. Congratz udh lulus test toefl nya.. Horeee..

    Disukai oleh 1 orang

  3. temensekamar berkata:

    gak sengaja kepikiran mampir d blog ini .. apik apik kok reviewnya ..
    terus konsisten smg jadi book writer nantinya hahah
    share pengalaman tes lpdp coba mam 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s