Merajut Pondasi Hidup

Nyaris 3 bulan terakhir ini saya jauh dari blog. Tidak posting selama berhari-hari ternyata memberi beban batin tersendiri bagi saya. Atau barangkali ada teman yang merasakan hal sama? Saya merasa bersalah membiarkan blog ini mati suri selama 3 bulan.2016-04-22 20.12.01

Bagi saya, memiliki titel sarjana bagai pondasi hidup. Akan kokoh hidup saya kalau saya sudah memperoleh titel saya (yeah). Nah, itulah yang sedang saya perjuangkan di semester ini, sehingga memaksa saya sedikit renggang dari blog.

Buat yang sekarang sudah kerja, membaca ini mungkin mengingatkan masa dulu. Buat yang sekarang sedang kuliah S2, tentu bisa membandingkan rasanya dulu dengan sekarang. Sementara saya yang masih berkutat dengan S1, tampaknya perlu banyak belajar dari pengalaman berharga teman-teman.

Saya masih sibuk membenahi konten Skripsi. Masih ada beberapa koreksi dari dosen pembimbing sebelum akhirnya siap disidangkan.

Lulus di semester ini adalah impian terbesar saya saat ini. Saya tidak ingin menggagalkan target saya: ‘graduation before 23 yo’

Di antara teman-teman sekelas saya, saya termasuk 1 dari 5 orang yang belum sidang Skripsi. Sisanya sudah lulus dan wisuda bulan-bulan kemarin, ada yang sudah kerja, tapi belum ada kabar yang mau menikah dalam waktu dekat.

Di sela-sela kerjaan memperbaiki Skripsi, saya tetap menyibukkan diri dengan kegiatan lain. Bukan berarti tidak fokus dengan tugas akhir saya. Saya hanya tidak suka merasa terjebak dengan tugas akhir. Saya masih membaca buku atau novel, sekarang di ada novelnya Tere Liye – Hujan (akan saya review). Dan saya terlibat proyek besar dalam waktu dekat, sebuah konser yang diselenggarakan oleh paduan suara di kampus (28 April). Saya juga masih mengajar di tempat bimbingan.

Pada akhrinya harapan saya yang paling utama tetap: tidak ingin berlama-lama berada di kampus ini, saya harus segera lulus.

Lalu berpindah, dan menyusun rutinitas baru.


Tidbits.

Sebenarnya, Maret lalu saya sudah buat blog pribadi di reviewumami.com, tapi belum saya pakai meski sudah aktif karena belum sempat direct link blog ini ke sana. Sayang sama statistik blog.

Last, yang pengen temenan sama saya di instagram, monggo follow @umamiasli.

Iklan

17 thoughts on “Merajut Pondasi Hidup

  1. shiq4 berkata:

    Lebih baik diselesaikan dulu sampai selesai mas skripsinya, klo masalah blog bisa santai aja. Tinggal blogwalking sana-sini ntar traffic juga normal lagi.

    Domain barunya kenapa nggak beli di wordpress.com saja mas sekalian, ntar semua artikel pasti langsung diredirect ke domain baru. Nggak perlu susah, semua dikerjakan tim wordpress.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s