Review Novel SHIVER Beku (Maggie Stiefvater)

Pertama kali lihat sampul novel ini, kesan saya adalah manis. elegan. dan romantis. Suatu hari ada seorang gadis rambut pirang yang jatuh hati pada serigala berbulu putih dengan mata kuning, di sebuah tempat bersalju yang sangat dingin. Salut buat ilustrator GPU, Martin Dima yang bikin versi sampul Indonesia-nya dengan sangat apik.

2016-01-17 18.56.27

Novel Shiver – Beku ini merupakan buku pertama dari trilogi The Wolves of Mercy Falls yang meraih banyak nominasi dan beberapa penghargaan pada debutnya di tahun 2009. Novel yang saya baca merupakan terjemahan Caecilia DP cetakan pertama bulan September 2010. Awalnya saya kira Maggie adalah penulis yang bukan berasal dari U.S lantaran nama belakangnya yang sulit diucapkan dan membuat saya membayangkan negara lain di kutub sana.

Novel kedua dan ketiga dari trilogi ini berjudul Linger (2010) dan Forever (2011). Sayangnya saya tidak menemukan kedua novel tersebut (versi terjemahannya) di goodreads. Apa jangan-jangan belum diterjemahkan? Maybe. Lagipula, Shiver sudah difilmkan dan filmnya tidak sesukses novelnya. Saat ditawarkan oleh produser untuk membuat film dari buku kedua, Maggie menolak. Menurutnya, ia kurang setuju dengan cara produser memodifikasi jalan cerita yang sudah dibuatnya di novel. Kadang menjadi seperti Maggie itu perlu. Biar film-nya ga jadi seperti The Scorch Trials (#2 The Maze Runner)-nya James Dashner yang sangat berbeda dari novelnya dan membuat saya sangat kecewa. ‘Emangnya bikin film dari novel gampang?!’ Ya, emang susah sih, but I don’t care, saya penonton dan saya bayar tiket untuk nonton sendiri (kadang). Tapi setidaknya tidak sebanyak itu dong kalau merubah cerita, pak produser. Sudah, sudah.

Shiver bercerita tentang kisah cinta antara Grace dan Sam. Grace adalah gadis berusia 17 tahun yang tinggal dengan orangtua yang sibuk. Dia selalu merasa menyiapkan segala sesuatunya sendirian. Ayahnya sibuk dengan pekerjaannya. Ibunya tidak pernah mau dipisahkan dari lukisan, studio, dan pameran. Di usia remajanya ia menjadi sosok gadis yang sangat mandiri. Karena ia merasa demikian, dalam beberapa waktu tertentu ia kerap berpikir bahwa orangtuanya tidak berhak menyalahkan atau mengaturnya seandainya ada yang perlu disalahkan atau diatur darinya. Sebab Grace sering berpikir bahwa ia telah menyusun masa remajanya seorang diri.

Sam adalah manusia serigala berusia 18 tahun. Pada usia 8 tahun ketika ia murni seorang manusia, ia digigit oleh serigala. Bukan serigala biasa, sehingga membuat dirinya menjadi bagian dari mereka. Jika suhu udara cukup dingin, ia akan berubah menjadi serigala. Dan jika suhu udara cukup hangat, ia akan menjadi manusia. Umumnya, pada musin dingin manusiaserigala akan menjadi serigala dan pada musim panas mereka menjadi manusia. Tapi kadangkala beberapa serigala mampu berada dalam wujud manusia di musim dingin jika berada dalam ruangan hangat.

Masalahnya bermula ketika Grace jatuh cinta pertama kali pada Sam dalam wujud serigala. Dan jatuh cinta berkali-kali pada wujud manusianya.

Ini adalah novel fantasi young-adult yang sangat manis dan romantis. Kisahnya sangat manis dengan jalan cerita yang romantis. Maggie tidak membuat Shiver dengan banyak konflik. Dia membuat Shiver dengan mengusahakan supaya tokoh-tokohnya terasa nyata. Saya kagum dengan caranya mendeskripsikan konflik batin tokoh. Ini menunjukkan betapa Maggie sangat jeli dengan apa yang umumnya dirasakan manusia dibanding penulis manapun (yang saya tahu). Kalau biasanya penulis lebih memilih untuk menggiring pembaca melalui aktivitas tokoh, Maggie justru sengaja berlama-lama dengan solilokui satu tokoh. Yang ajaibnya cara ini justru membuat saya heran bagaimana bisa ia sejeli ini dalam mendeskripsikan pikiran seseorang dalam cerita. Inilah yang membuat Shiver berbeda dengan Twilight. Shiver mempunyai karakter tokoh yang kuat dan konfliknya berbingkai lebih sederhana.

Novel ini ditulis dari 2 sudut pandang, Grace dan Sam secara bergantian. Saya sengaja fotokan salah satu judul bab buat kalian. Di setiap bab, Maggie selalu menyertakan suhu udara untuk cerita yang dibuatnya. Cara ini membuat saya seakan terbawa ke tempat dingin bersalju.

Judul: Shiver, Beku
Penulis: Maggie Stiefvater
Penerbit: GPU, September 2010
Tebal: 432 halaman
Ratings: 3.78 (goodreads)

Saya memberi bintang 4 untuk kisah cinta yang manis ini. Kalau ketemu buku kedua, akan saya perjuangkan untuk baca. Kalau belum ada versi Indonesia, versi bahasa Inggris gak pa pa deh, soalnya saya belum puas dengan konflik yang disajikan di Shiver. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Seperti bagaimana hubungan mereka selanjutnya, kenapa Sam bisa kembali menjadi manusia padahal jatah waktu untuknya menjadi manusia sudah habis, dan dari mana ‘kutukan’ serigala ini bermula, dan lain-lain. Ah, nyari di google pasti ada, hmmm.

Silakan baca. Tapi saya gak jamin beberapa dari kalian akan tahan di awal-awal. Soalnya temponya sangat lambat dan kurang cocok buat penggemar fiksi thriller, suspense, dan adventure. Yang lagi kasmaran saya sarankan baca novel ini.


Ehm, rahasia terbesarnya, saya mengawali baca Shiver ini bulan Februari 2014 (menurut waktu add di goodreads) dan tidak saya selesaikan karena sempat bosan. Baru kemarin gara-gara gak nemu bacaan, saya lahap langsung dalam 3 hari. Dan ternyata tidak seburuk yang saya kira. Dan sekarang saya kekurangan bacaan lagi, please recommend me some great books.

Iklan

27 thoughts on “Review Novel SHIVER Beku (Maggie Stiefvater)

  1. Gara berkata:

    Butuh napas yang panjang kalau baca novel yang konflik batinnya ditonjolkan banget yaa. Jadi ingat cerita-ceritanya Nh. Dini, beliau memang paling pintar menggiring emosi dari konflik batin, tapi ya itu, bacanya mesti kuat-kuat. Saya kalau novel agak kurang ada rekomendasi Umami, tapi kalau buku sejarah sih banyak… mau?

    Disukai oleh 1 orang

  2. awwgie berkata:

    Suka nyerah sendiri kalo baca buku yg tebalnya lebih dari 200halaman. Ini ada baca JK Rowling yg Casual Vacancy blm slese slese. Btw, buku Haruki Murakami bagus2. Dan Orhan Pamuk juga (katanya)

    Disukai oleh 2 orang

  3. febridwicahya berkata:

    pertanyaan yang sama kayak bang cumi, ini kayak twilight gitu nggak sih ya? ._.

    waaaaw? mulai baca februari 2014 dan nggak selesai karena bosan, giliran butuh bacaan eh 3 hari selesai wkwk 😀 hebaat. Aku kayaknya juga harus nyelesaiin 3 bacaanku yang belum selesai aku baca deh ini ._.

    Suka

  4. moon berkata:

    romansa yang disajikan dalam buku ini tuh emang lembut banget, bener2 kebawa suasana dan penyampaian penulis sih. :*
    udah lama aku baca buku ini. dan nunggu buku ke2 dan ke3 gk pernah nemu yg indonesianya. huhu apa emang blm diterjemahin ya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s