Review Film MINIONS

Saya janjinya Senin mau nonton film ini. Bukan janji sih sebenernya, cuma rencana. Kalau rencananya kurang pas boleh direvisi, kan? (iya, kayak skripsi aja) :D. Jadinya nonton Selasa kemarin di Grand. Harga tiketnya 25rb.

IMG03175-20150623-0933

Kamu sudah nonton film ini? Sebagian besar kayaknya sudah (bagi penggemar film animasi) soalnya film ini tayang di Indonesia udah kemarin-kemarin, tanggal 17 Juni 2015. Sebelum di negeri kita, fim ini lebih dulu tayang di UK tanggal 10 Juni, sementara di US baru akan tayang tanggal 10 Juli 2015.

Film MINIONS ini lagi-lagi merupakan prekuel (akhir-akhir ini sering menjumpai film baru yang jadi prekuel film sebelumnya) dari Despicable Me (2010) dan Despicable Me 2 (2013). Menceritakan tentang asal usul Minions dan bagaimana para minion bertemu dengan tokoh utama serial Despicable Me, Gru.

minions 2015

MINIONS (Stuart, Kevin, Bob) (source)

Minions bercerita tentang tiga minion bernama Kevin, Bob, dan Stuart dalam misi mencari bos paling jahat untuk dijadikan pemimpin. Di awal film diceritakan naluri alami para minion untuk mencari pemimpin dari spesies lain. Mulai dari dinosaurus, Genghis Khan, Napoleon hingga dracula. Namun karena kecelakaan fatal yang disebabkan oleh mereka sendiri hingga menyebabkan bos-bos mereka mati, para minion tidak lagi mencari bos. Gerombolan minion itu memilih tinggal dalam gua terisolasi di Antartika. Terlalu lama hidup bosan dan tidak memiliki pemimpin, seorang/sebuah/seekor  minion bernama Kevin berpidato di hadapan kawanannya untuk mengusulkan ide pencarian bos baru. Bersama dua minion lain, Stuart (yang secara tidak sengaja terpilih untuk mengikuti perjalanan) dan Bob (yang merengek-rengek ingin ikut namun berkali-kali ditolak Kevin karena terlalu muda), mereka keluar dari gua untuk melakukan misi pencarian besar, yaitu mencari bos paling kuat dan paling jahat, meninggalkan teman-teman mereka di gua dan berjanji akan memberi kabar jika sudah berhasil. Petualangan seru mereka baru dimulai ketika sampai di Amerika, di dunia manusia. Banyak kejadian lucu dan konyol yang sangat menghibur dalam petualangan ini.

pierre coffin dan minions

Pierre Coffin and Minions (source)

Film ini memang agak-agak mirip dengan Penguin of Madagascar. Saya melihatnya dari pembukaan film, cerita tentang asal-usul, lalu petualangan dan pertempuran seru dengan musuh. Namun ada nilai lebih dari film ini yang sepertinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang Indonesia pada umumnya (entah apa alasannya). Film ini disutradari oleh Pierre Coffin. Tahu orang ini kan? Akhir-akhir ini sering dibahas di tivi kita tentang dia yang merupakan anak kandung penulis Nh. Dini. Padahal nationality-nya bukan Indonesia, tapi Perancis. Selain itu, ada bahasa Indonesia yang dipakai di film ini, seperti ‘terima kasih’, ‘kemari’, ‘paduka raja’, dll. Kalau ada anak bangsa yang berprestasi boleh juga sih diapresiasi. Tapi Pierre Coffin ini bukan anak bangsa, tapi anak dari anak bangsa (-..-“). Eh, tapi, bukan berarti saya ngelarang untuk memuja-muja tokoh yang memiliki darah Indonesia, kok. Memuja siapapun sah-sah aja, asal jangan berlebihan atau latah gara-gara tivi. 🙂

About Minions

Jenis Film : Animation, Comedy, Family
Produser : Chris Meledandri, Janet Healy
Sutradara : Pierre Coffin, Kyle Balda
Penulis : Brian Lynch
Produksi : Universal Pictures
Cast (Dubber) : Sandra Bullock (Scarlett Overkill), Jon Hamm (Herb Overkill), Jennifer Saunders (The Queen), Geoffrey Rush (Narrator), Steve Carell (Young Gru), Pierre Coffin (The Minions).
Durasi : 1 Jam 44 Menit
Segmen : SU (Semua Usia)

Film ini dari awal sampai akhir sepenuhnya komedi. Adegan yang sangat menghibur kebanyakan gara-gara ulah Bob karena minion yang paling pendek dan paling muda dibanding Stuart dan Kevin ini seringkali bertingkah konyol. Dia yang menyebabkan dirinya bersama kedua temannya itu direkrut oleh Scarlet Overkill (penjahat paling kuat) sebagai anak buah hanya gara-gara kejadian tidak sengaja. Bob menjadi minion paling bahagia dan paling polos di antara kedua temannya dan sering menimbulkan tawa.

Selain komedi, Minions menyampaikan pada penonton supaya menyayangi teman atau keluarga dengan sungguh-sungguh dan tanpa pamrih. Saya bisa melihatnya ketika dalam kawanan. Para minion selalu membantu sesama, tidak ingin kehilangan, dan selalu menjunjung tinggi solidaritas. Meski menurut saya (gara-gara film ini) minion adalah makhluk paling bahagia, bukan berarti mereka tidak pernah mengalami kejadian yang membuat mereka sedih. Adegan ketika mereka hampir kehilangan Kevin bahkan nyaris membuat saya prihatin (niru mantan Pres).

Okelah kalau film ini dapat rating 7.5/10 di imdb, skala yang lumayan tinggi untuk ukuran film bagus.

Hayo, adek-adek pengin nonton, apa nunggu filmnya diputer di tivi? :mrgreen:

Iklan

34 thoughts on “Review Film MINIONS

  1. Gara berkata:

    Wow… saya belum nonton film ini :hehe. Iya, Pak Piere memang anaknya Nh. Dini. Saya tahunya Nh. Dini soalnya dulu waktu sekolah suka diminta guru bahasa buat bikin resensi dari novelnya :hehe. Novelnya itu keren karena halus tapi mengalir banget :hehe.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Sugih berkata:

    Lho bukannya kebalik ya? Dari spoiler yang saya baca di beberapa medsos katanya Indonesia mendapat kehormatan menayangkan lebih dulu. Baru Inggris setelahnya.

    Saya penggemar berat Eyang Nh Dini. Waktu zaman SMP melalap habis semua novelnya mulai dari Sekayu, Lorong di Kotaku, Padang Ilalang…, Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko, dan La Barka. Novel2 terbarunya belum baca. Nggak nyangka Om Pierre ini adalah Padang, putra bungsu Eyang Nh Dini yang sering diceritakan oleh sang legendaris dalam setiap novelnya. Semakin kagum kepada Eyang Nh Dini dan Om Padang (Pierre Coffin)

    Disukai oleh 1 orang

    • rizzaumami berkata:

      Wah, kurang ngerti bang, saya dapet kabarnya dai wikipedia sama berita online.
      Saya suka baca sih, kalo dulu punya waktu banyak alias ga disuruh belajar mulu -_- 😀 pasti saya lahap buku-bukunya. Dari sekian judul buku itu saya baru baca Pada Sebuah Kapal kayaknya atau Padang Ilalang, lupa ingat sih.
      Wah, jadi nama Padang ini anaknya ya, kereun bgt lah. Saya jadi bercita-cita punya keturunan yang brilian *udah ngomong keturunan aja* 😀

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s