I’ve Got to Go There!

Sebenarnya ide tulisan ini agak dipengaruhi efek menonton Race MotoGP di Trans7. Saya bukan penggemar fanatik MotoGP. Hanya saja saya sangat suka menonton race, terutama ini, MotoGP. Di MotoGP, saya menjagokan Marc Marquez yang bisa dibilang anak baru dan labil sementara yang lain kebanyakan nge-fans sama Valentino Rossi (bahkan mungkin termasuk kamu, ya kan?).

Race di sirkuit Mugello, Italy kemarin benar-benar membuat saya kecewa. Kecewa gara-gara Marc start di posisi 13. Memang sedikit terbayarkan ketika dia dengan sekuat tenaga akhirnya menempati posisi kedua, di belakang Lorenzo hingga lap ke sekian. Namun, pada lap ke 18 tiba-tiba tubuhnya melorot dari motor dan terjatuh. Aduh! Karena keseringan membuat kejutan seperti ini, saya menjulukinya pembalap labil, orangnya, juga terkadang motornya. Kelihatan sekali kalau Marc adalah pembalap yang ambisius dan terburu-buru, tidak seperti Rossi yang memang sudah di atas angin. Naiknya Rossi ke podium di posisi ketiga setelah Andrea Ianonne (Ducati) kemarin merupakan berkat jatuhnya Marc si Baby Alien yang labil. Pasti (lagi-lagi) di berita, Marc akan menyalahkan bannya, haha.

Saya tidak akan berbicara panjang lebar soal MotoGP. Sebab sebenarnya ini tentang ‘dreams’ #uhukkk!. Setelah menonton race tsb, tiba-tiba saya berpikir, bagaimana rasanya jika saya berada di sana untuk menyaksikan langsung para pembalap ketika sedang beradu kecepatan.

Niat nulis ini, saya ingin berbagi mengenai tempat yang ingin banget saya kunjungi (suatu saat). Tempat berikut ini saya idamkan lebih pada ‘pertandingan olahraga’-nya, bukan wisatanya. Dan juga bukan karena ingin ketemu atau foto bareng bintang lapangannya, tapi lebih karena ingin merasakan atmosfir bangku penonton dan serunya menyaksikan proses terjadinya sejarah dalam dunia olahraga.

Tempat pertama adalah, Sirkuit Sepang Malaysia!

Keinginan paling dekat dan paling realistis (haha, sok) adalah menyelinap ke sirkuit ini, menyaksikan race motogp secara langsung. Menurut calendar motogp, akan ada race tanggal 23, 24, dan 25 Oktober di Sepang. Race tsb merupakan race ke 12 tahun ini (dari 18 di tahun yang sama). Kalau saya akhirnya (entah bagaimana caranya) dapat kesempatan menonton, saya akan ajak Bapak. Secara bapak saya kan penggemar berat Valentino Rossi. Biar greget nontonnya di Main Grand Stand yang harga tiketnya per kepala 40 Euro (579rb IDR), mayan, haha. Paling murah di C2 Hillstand 12 Euro dan kayaknya enggak enak banget nonton di situ. Pasti kepanasan -_- (ya iyalah semua kepanasan kecuali VIP).

denahnya sirkuit Sepang, Malaysia

denah sirkuit Sepang, Malaysia (source)

Apasih enaknya nonton langsung di tkp? Kalau dipikir secara logis sih, lebih leluasa nonton di tivi, ya. Maksudnya kamu lebih bisa nonton detailnya. Di tivi kamu bisa nonton sangat dekat sama bokong -_- pembalapnya, dan kalau ada kejadian bisa replay. Dan off course geratis! ~ EH TAPI di sirkuit kita juga bisa nonton detail kok dari layar gede! ~ Yaa, kan desek-desekkan sama penonton yang lain! *sudah-sudah*.

Tetap saja, menonton langsung di arena balap lebih berbeda sensasinya. Sama kayak kita nonton bola di layar kaca dan langsung di stadion. Tentu rasanya beda. Hmmm.

Tempat kedua, sama-sama arena balap, Formula 1 Singapore Grand Pix!

Apalah F1 itu? Saya malah enggak ngerti apa-apa soal F1 alias Formula 1 ini. Tivi swasta kita tidak pernah punya tayangan live untuk ajang ini, kan? Jadi wajar dong kalau saya tidak pernah berpeluang kejangkit F1 mania. TAPI, meski begitu sirkuit ini saya idamkan untuk jadi tempat kunjungan yang kedua karena dekat dari negeri kita.

grand pix f1 singapore (source)

grand pix circuit f1 singapore (source)

Hayo, mau pilih tempat nonton yang sebelah mana? Bagi saya, penting banget bisa dapet tempat paling oke buat nonton. Apapun acaranya. Saya intip dari website F1,  Harga tiket berkisar 206 dollar – 930 dollar. 206 dollar itu sama dengan 3 juta 400ribuan. Mati deh! Dengan segitu, kamu bisa dapet akses ke area BAY (lihat gambar).

(Pengetahuan saya soal tiket meniket ini engga sejago para traveller ya, jadi ini hanya sekadar sharing dan gambaran kasar aja)

Nah, yang ketiga saya kepengin banget ke OLD TRAFFORD STADIUM!

Bukan apa-apa sih. Saya juga bukan penggemar Manchester Merah. Saya justru lebih suka liga Jerman (Bundesliga). Mungkin karena Liga Inggris lebih disukai kebanyakan orang Indonesia, saya rasa kedatangan saya ke sana lebih menuai banyak dukungan :D. Kalau saya ke sana, saya akan ajak adik saya yang cowok. Biar dia fans-nya Chelsea, saya enggak peduli, hihihi.

old trafford stadium at night (source)

old trafford stadium at night (source)

Lalu, berapa harga tiket masuknya? Lihat sendiri.

seating plan

seating plan. (source)

Paling murah, tetep, belakang gawang. Kalau saya sendiri kayaknya lebih nyaman di Sir Alex Ferguson Stand Tier 2 Centre (warna biru yang paling deket sama lapangan), mesti pake uang 47 Poundsterling (adult) tambah sama adik saya 36. Totalnya 83 GBP (1 juta 680rb IDR).

Baru ngebayangin aja udah ngiler :mrgreen: . Ngiler nonton sekaligus duitnyah, haha. Saya hanya terus berharap aja, siapa tahu. Kan kita juga enggak tahu Tuhan kasih kesempatannya kapan. Semoga segera, secepatnya 😀 *tetep*.

Hei! kamu pengen ke mana? 😀

***

***Saya lagi ada Giveaway di sini, ikut dong biar ramai. 😀

Iklan

51 thoughts on “I’ve Got to Go There!

  1. Gara berkata:

    Wow, MotoGP… keren banget kalau bisa nonton di sana :hoho. Melihat pertandingan langsung itu memang sensasinya beda banget ketimbang menonton di TV. Sejauh ini, saya baru menonton pertandingan bulutangkis saja yang secara live: Indonesia Open 2014 :haha. Atmosfernya beda banget. Meski jagoan Indonesia kalah semua, tapi saya sangat senang soalnya bisa nonton langsung!

    Tahun ini juga kepengin nonton pertandingan badminton lagi… mungkin waktu World Championship ya, soalnya kalau buat Indonesia Open sudah tidak sempat :haha.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Dita berkata:

    Pernah nonton F1 langsung di marina bay circuit, tapi tiketnya yg paling murah. Alhasil……adek lelah bang, berdiri lama bgt bikin capek en bosen trus gak enjoy deh mending ntn di tipi aja. Jadi kalo mau nonton lgsg mending nabung yg banyaaak biar gk nanggung beli tiket yg murah hahahaha

    Disukai oleh 1 orang

  3. Hafidh Frian berkata:

    masih nggak kepikiran, lebih enak liat di TV udah diedit sama yang take cam. Tapi sesekali pengen lah liat langsung, biar ngerasain nonton dengan ribuan penonton lain. Kalo ada kesempatan pengen ke prancis nonton tour de france. Nabung dulu heheh

    Disukai oleh 1 orang

  4. alrisblog berkata:

    Pengen banget nonton Rossi di Sepang dan nonton Barca di Camp Nou.
    Saya nonton pengen merasakan suasana dan atmosfirnya berada di tengah-tengah fans berat mereka.

    Suka

  5. lovelyristin berkata:

    Nonton langsung di lokasi memang atmosphere nya beda. Jelas lbh asik nonton langsung. aku jg mau klo nonton langsung di tpt, walopun ga suka racing bgini hahahaa.. semoga keinginanmu terwujud 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  6. zilko berkata:

    Hehehe, menonton acara olahraga favorit memang berbeda banget rasanya antara nonton langsung atau nonton di TV. Ketika nonton langsun, atmosfernya benar-benar terasa!! 😀

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s