Review Novel: The Scorch Trials (Book 2 Of The Maze Runner Series) – James Dashner

2015-04-16 20.46.33Ini adalah buku pertama dari James Dashner yang saya baca. Sekarang, usia penulis ini 42 tahun, lulusan akuntansi dengan total buku yang ditulis menurut wikipedia adalah 5 buku berseries (kurang lebih 23 buku). Khusus The Scorch Trials ini masuk dalam seriesnya The Maze Runner. The Maze Runner sendiri (buku pertama series ini) pada tahun 2011 memperoleh penghargaan sebagai ALA Best Fiction for Young Adults. Dan sudah difilm-kan tahun kemarin (seingat saya), pasti sebagian dari temen-temen blogger sudah nonton film tersebut. Sayangnya saya enggak sempat buat reviewnya.

The Maze Runner series
#1 The Maze Runner (2009)
#2 The Scorch Trials (2010)
#3 The Death Cure (2011)
#4 The Kill Order (2012)
#5 The Fever Code (2016)

Untuk 5 series novel seperti itu, orang menyebutnya sebagai pentalogy. Buku ke 5 nya saja baru akan dirilis tahun 2016. Saya agak ragu semua novel itu akan diadaptasikan ke film. Namun, sebagai bocoran, The Scorch Trials ini sudah direncanakan akan rilis filmnya bulan September 2015. Nah, mungkin jika sutradaranya tetep kukuh menyulap semua cerita series itu menjadi film, menurut hitungan kasar saya, buku ke 5 mestinya sudah menjadi versi film pada tahun 2018. Itu pun kalau produsernya konsisten. Aktornya keburu dewasa, Dylan O’Brien alias Thomas jadi 27. Dan saya jadi berapa ya? 😀

Judul: The Scorch Trials (The Maze Runner #2)
Penulis: James Dashner
Penerjemah: Meidyana Arrisandi
Penerbit: Mizan Fantasi, Cetakan 3, Oktober 2014
Tebal: 441
Ratings: Average 3,97. Saya 4. Dari 212,188 ratings dan 15,340 reviews.
Harga: Lupa, belinya di Gramedia Solo. Kalau di online Rp69.000

Saya spoiler-kan dikit isi novel ini (bagi yang belum baca).

Setelah selamat dari Maze (ending buku/film pertama), Thomas beserta kawan-kawannya (Glader) yang selamat, termasuk Minho, Newt, Frypan, ditempatkan dalam ruang seperti aula kumuh. Di sana, mereka diperintahkan oleh pihak-yang-belum-mereka-tahu-siapa-itu untuk mengikuti instruksi. Di dalam bangunan itu mereka bertemu anak baru bernama Aris, yang tidak mereka kenal sama sekali. Aris sebenarnya dalah Glader yang berasal dari Maze lain (selama ini ternyata ada 2 Maze, pertama yang dihuni Thomas dkk, kedua yang dihuni Aris dkk). Maze yang ditempati Aris berisi grup cewek. Dan menurut dugaan mereka, Teresa ditukar dengan Aris untuk ditempatkan di grup cewek yang entah berada di mana.

Buku ini bercerita petualangan dan perjuangan Thomas dkk di sebuah gurun yang disebut Scorch. Mereka mengalami serangkaian percobaan untuk bertahan hidup hingga akhirnya menemukan sebuah tempat yang disebut surga yang aman oleh seorang pria misterius yang menginstruksikan pada mereka sewaktu berada dalam aula kumuh.

Menurut saya, ini bukan murni novel dystopia. Ada unsur petualangan (adventure) dan science fiction di dalamnya. Beberapa sumber online juga mengategorikan novel ini sebagai young adult fiction. Nah, tinggal kalian lebih suka menyebutnya sebagai genre yang mana. Saya sendiri melihat novel ini kuat di genre dystopia dan adventure-nya.

Untuk dibaca, novel ini lumayan ringan. Meski terjemahan, kalimat-kalimatnya tidak bertele-tele. Mudah dicerna. Model penuturan (tidak berkaitan dengan terjemahan) yang saya rasakan di novel ini agak mirip dengan Dan Brown. Saya seperti membaca novel Inferno yang ditulis Dan Brown.

The Scorch Trials ini mengajak kita untuk mendatangi tempat-tempat baru, dengan misteri dan tantangan yang selalu tidak terduga, dan tentunya menyakitkan. Tidak ada permasalahan yang meminta bantuan kita (sebagai pembaca) untuk dipecahkan. Pembaca, sejauh yang saya dapat dari novel ini, hanya berhak menonton. Beda halnya dengan novel Veronica Roth (penulis Divergent), di novel Allegiant-nya, pembaca dihadapkan pada konflik yang memaksa untuk ikut memikirkan pilihan-pilihan dan jalan keluar. Sementara dalam The Scorch Trials, kita lebih banyak dituntut untuk berdoa semoga mereka (tokoh-tokoh yang usianya belum genap 20 itu) selamat.

Baca Review Novel #3 Seri The Maze Runner: The Death Cure
Baca Review Novel #4 Seri The Maze Runner: The Kill Order

Kalau kamu penggemar dystopia, jangan lewatkan untuk membaca ini. Terutama penyuka genre adventure dan science fiction. Nah, untuk sementara, penggemar romance tidak usah berharap banyak dari novel ini. Tidak ada adegan atau kata-kata romantis seperti yang menjadi ciri khas Veronica Roth. Singkatnya, menurut saya, novel ini agak gersang; sesuai setting cerita, dan sesuai dengan porsi cerita yang didominasi interaksi antara Thomas dengan kawan-kawan cowoknya. Tapi, saya berani beri bintang 5 untuk kejelian James Dashner dalam mendeskripsikan setting, kondisi tubuh tokoh, dan benda-benda mati, serta makhluk-makhluk aneh rekaan WICKED yang terasa nyata. Sedangkan, untuk keseluruhan saya memberi bintang 4.

“Mencekam … penuh aksi sinematik,” –Publishers Weekly.

Setelah buku ini, rencananya saya mau baca BULAN, Tere Liye (buku kedua dari serial BUMI).

Keep on reading, so you are alive!

Iklan

20 thoughts on “Review Novel: The Scorch Trials (Book 2 Of The Maze Runner Series) – James Dashner

  1. Ryan berkata:

    Yang bikin saya tertarik adalah kata2 akuntan. Hahaha. Pas film Maze Runner keluar, saya malah gak tahu kalau adaptasi dari buku.
    Jadi menurutmu seri ini (kelimanya) ok untuk dikoleksi ya

    Suka

  2. Gara berkata:

    Saya juga sudah nonton filmnya, dan lumayan seru, cuma menurut saya agak tipikal young adult, sih. Oh Tuhan serialnya sampai 5. Panjang ya :)).

    Suka

  3. Dila berkata:

    OMG jadi dia ini pentalogy? Yawn.. haahhaa. Aku nonton film nya aja sih yang maze runner. Gak baca bukunya.. kalo divergent, hunger games itu buku dan film. Semoga film kedua lebih oke dari yang pertama

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s