Mungkinkah Carpophobia?

Saya menulis ini berdasarkan kegelisahan pribadi semenjak dulu. Mungkin dulunya orang tua saya juga merasakan kegelisahan serupa. Namun seiring bertambah dewasanya saya ๐Ÿ˜€ mereka agaknya mulai mengabaikan ini dan menganggapnya sebagai hal yang ย lumrah.

Barangkali sebagian teman-teman blogger pernah mendengar istilah carpophobia, atau malah pernah bertemu dengan orang yang mengidapnya, ATAU jangan-jangan kalian salah satu penderita phobia tersebut? Wow!

Oke, agaknya ini sedikit berbau self-exposing. Carpophobia, berdasarkan artikel yang saya baca, berarti phobia atau ketakutan berlebihan pada buah-buahan. Tidak semua buah-buahan. Mungkin hanya pada buah tertentu. Misalnya, takut pada buah apel, tidak mau menyentuh apalagi memakannya. Atau mual setiapkali dihadapkan pada buah anggur. Dan yang menurut saya paling populer, adalah ketakutan pada buah rambutan.

Jangan heran jika saya bilang kalau saya mengalami gejala yang terakhir itu, yakni ketakutan pada buah rambutan. Bukan rambutan secara umum, tapi lebih spesifik, kulit rambutan. Spesifik lagi, kulit rambutan yang hitam. (Gambar bisa lihat di google supaya lebih jelas, sebab saya geli menyisipkan di sini, hehe).

Bagaimana? Terdengar aneh atau malah berlebihan?

Dulu saya sempat mengira, cuma saya di dunia ini yang takut pada kulit-rambutan-item itu. Ternyata tidak. Beberapa orang pernah sayaย temukan (di tv), takut pada buah rambutan, mereka bahkan lari-larian ketika buah rambutan itu didekatkan padanya.

Selain ketakutan pada kulit-rambutan-item itu, hal aneh lain yang berhubungan dengan buah yang bagi saya tidak umum di mata orang lain adalah ketidakdoyanan saya untuk makan buah-buahan tertentu. Hampir semua buah-buahan. Aneh? Iya.

Berikut ini merupakan buah-buahanย yang saya hindari. Saya sebutkan berdasarkan mudahnya kita temukan di sekitar, antara lain: mangga, pepaya, melon, anggur, durian, sirsak, jambu biji, dll. Sementara, buah yang berhasil saya makan semenjak kecil tanpa ketakutan adalah semangka, pisang, dan nangka. Dan buah-buahan yang mulanya saya hindari namun akhirnya berani saya makan karena bujukan dan paksaan orang tua termasuk orang di sekitar adalah jambu air, apel, dan jeruk.

Saya tidak pernah dituntut untuk menyembuhkan keanehan ini. Tidak ada upaya minimal, misalnya bertanya ke psikolog atau apapun terkait hal ini. Bagi saya ini bukan masalah. Saya percaya, ini bukan karena ketakutan dalam arti sebenarnya, namun lebih karena obsesi yang lemah pada buah-buahan hingga berakibat pada penolakan untuk mencicipi buah-buahan tertentu. Saya tidak pernah secara diam-diam mencobaย mengetes lidah saya sendiri tanpa dorongan orang lain. Saya tidak tertarik untuk menjilat buah mangga, misalnya. Dan bahkan saya sebenarnya tidak mau karena di otak saya menafsirkan kalau rasa buah itu tidak enak.

Izinkan saya untuk cukup mengonsumsi buah-buahan tertentu yang saya doyan dan jangan paksa untuk mencoba buah lain yang memang saya hindari sejak dulu.

Saya berbagi ini sekadar untuk mengungkapkan apa yang dirasakan orang-orang yang memang tidak doyan makan sesuatu. Kadang kita, secara tidak sengaja mengutuk orang dengan ketidaksukaannya akan sesuatu yang bagi kita kurang logis. Misalnya, teman saya yang memang tidak suka bawang merah, yang tidak peduli sudah dimasak model apapun, bahkan meski sudah digorengpun yang banyak disukai orang, ia masih tetap menolak. Sebagian teman mencacinya dan menganggapnya aneh. Bagi saya itu wajar. Saya tidak menyalahkan yang tidak doyan bawang, begitu pula dengan teman saya satunya, saya tidak menyalahkannya.

Barangkali ada di antara teman-teman yang tidak doyan makan sesuatu? Bagi kisahnya, dong. ๐Ÿ˜€

Terkait kulit-rambutan-item itu, ada kisah lucu yang saya alami sewaktu kecil. Saya membenci kulit itu hingga saya tidak mau lewat di jalan yang ada kulit rambutannya. Namun, untungnya ketakutan kulit itu tidak terbawa hingga sekarang. O, maksud saya, agak berkurang tingkat ke-cemen-an saya. Saya tidak lari atau menghindar dari kulit-rambutan-item itu. Itu lebay alias berlebihan. Hanya saja, saya masih geli kalau harus memegangnya. Saya rasa, bentuknya yang item dan berambut itu … Apa itu kurang begitu menggelikan buat kalian? ๐Ÿ˜›

Terima kasih sudah membaca curhatan aneh ini. Lain kali kalau ketemu saya, jangan sisipkan kulit-rambutan-item diam-diam, ya? ๐Ÿ˜€

Iklan

46 thoughts on “Mungkinkah Carpophobia?

  1. Ryan berkata:

    Baru denger istilah ini.
    Banyak teman yang gak suka sama durian. Kalau saya sih soal buah suka semua. Tp memang gak sering makan semuanya.
    Untungnya kamu dah bisa atasi sedikit demi sedikit Umami. Hebat.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Gara berkata:

    Idem dengan Mas Ryan. Dari tulisanmu kelihatan kalau kamu sudah bisa mengatasi ketakutan itu sedikit-sedikit. Self-healing itu dahsyat, lho. Jarang ada yang bisa begitu. Keep up the good work.
    Saya tidak suka dengan… sayur. Tapi saya tidak geli atau bagaimana kalau ada dekat-dekat sayur, jadi saya pikir itu cuma sayanya aja yang benci :hehe :peace.

    Disukai oleh 1 orang

  3. ranselijo berkata:

    Thanks for sharing Umami. Kayaknya Raffi Ahmad juga gak suka rambutan deh, takut sama kulitnya. Hehehe…
    Kalau aku punya ketakutan berlebihan kepada kucing tapi sekarang lagi nyoba ngurangin sedikit demi sedikit. ๐Ÿ˜€

    Disukai oleh 1 orang

  4. Nadia Khaerunnisa berkata:

    Wah..baru tahu ada phobia ini ๐Ÿ˜ฏ buat yg baru tahu tentunya aneh ya karena buah kan makanan dan enak, gak kayak hewan jadi kok bisa ya “nggilani” haha Tapi gapapa sih ya memang manusia kan diciptakan macem2 ๐Ÿ˜€ Kalo saya phobia apa ya…phobia hal-hal yg nggilani, semacam liat bintil-bintil banyak ato karang-karang di pesisir pantai kadang merinding hiiii~~ Pernah denger namanya tapi lupa hahaha

    Disukai oleh 1 orang

      • Sugih berkata:

        Kebanyakan buah salak pun memiliki aroma yang sangat bau. Dan rasanya kesat. Saya sih cuma geli sama kulitnya saja sebab saya pernah merasa bersalah pernah membunuh ular yang masuk ke dalam rumah. Penduduk Kalimantan pantangan membunuh ular yang melintas di hadapan mereka, takut ketiban sial katanya. Tapi mereka senang memakan dagingnya asalkan ular itu dibunuh bukan saat melintas di hadapan mereka.

        Disukai oleh 1 orang

          • Sugih berkata:

            Bukan kearifan lokal, cuma mitos. Seumpama orang Kalimantan bertemu ular yang sedang melintas/menyeberang jalan biasanya mereka akan berbalik arah. Sering terjadi hal-hal yang tak diinginkan bila pantangan itu dilanggar. Oleh sebab itu makan daging ular pun biasanya meminta kepada orang yang telah sengaja membunuhnya supaya mereka dijauhkan dari sial. Biasanya daging ular dibuat dendeng, abon, sup, dan rendang.

            Makanya saya merasa bersalah kalau melihat benda yang permukaannya menyerupai sisik ular. Terutama buah salak.

            Suka

              • Sugih berkata:

                Mungkin karena saya tinggal di Kalimantan sudah cukup lama. Jadi saya terbawa adat orang Kalimantan juga. Bila bertemu ular di tengah jalan jadi ikut pantang meneruskan perjalanan. Seharusnya melihat ular masuk ke dalam rumah, dibiarkan saja sampai dia keluar sendiri. Eh, saya malah membunuhnya cuma karena takut ular itu akan membahayakan penghuni rumah.

                Suka

  5. Ami berkata:

    Salut deh, Umami, bisa mengatasi fobianya perlahan-lahan. Fobia rambutan hitam itu mengingatkanku dengan sebuah novel, salah seorang tokohnya juga geli dengan rambutan yang kulitnya hitam-hitam itu.

    Kalau aku sih takut anjing..lebih ke arah takut digigit dan takut dijilat, sih, sebenarnya ๐Ÿ™‚

    Disukai oleh 1 orang

  6. ImamiatulAzizah berkata:

    sama. selain rambutan aku juga phobia ke kulit salak. dulu waktu kecil juga jadi bahan cacian dan dianggap aneh bahkan aku juga gak mau lewat ke jalan yang ada kulit rambutan dan salaknya. kalaupun terpaksa harus lewat harus merem dulu terus larii. tapi sekarang udah mendingan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s