Naik Level (Graduation)

Setelah 5 tahun terikat dengan Universitas Sebelas Maret, pada hari Sabtu (2 Sept 2016) beberapa waktu yang lalu saya resmi dilepas dengan bekal S.Pd.

Kuliah saya memang terbilang lama. Jika normalnya teman-teman seangkatan saya lulus bulan Desember tahun kemarin (2015), saya justru melenggang (dengan beberapa teman lain yang senasib) 9 bulan kemudian. Selayaknya bayi yang sedang dikandung dan mesti berjuang menuju kelahiran (9 bln), kami termotivasi melihat teman-teman yang telah diwisuda. Tapi perjuangan untuk menyusul tidak mudah. Butuh waktu berbulan-bulan hingga terbuka jalan menuju kelulusan.

Lulus lama tidak patut disesali. Harus tetap disyukuri karena bisa lulus. Beberapa orang bahkan harus mengalami masa-masa sulit untuk mengundurkan diri atau berpindah kampus gara-gara masa studinya hampir expired.

img-20160904-wa0041

Bersyukur kepada Allah.🙂

Continue reading

Berlatih Jalan (Kembali)

Setelah operasi itu, selayaknya operasi yang lain, tubuh seseorang tentu memerlukan waktu untuk menyesuaikan agar kembali pada keadaan semula.

Drain belum boleh dilepas hingga hari ke lima, sementara untuk melangkah mesti dibantu dengan kruk. Dengan tangan kiri memegangi drain dan ketiak kanan menjepit kruk, saya mulai belajar perlahan untuk melangkah lagi.

Rasa nyeri sudah pasti belum bisa hilang dalam waktu cepat. Apalagi ketika digunakan untuk berjalan. Sebenarnya, seseorang yang baru lepas pen tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan tulangnya karena tulang tersebut pasti sudah kuat. Mencoba beraktivitas normal diperbolehkan, asal kamu masih bisa mentolerir rasa nyerinya. Berikan batasan-batasan tersendiri untuk gerakan tertentu sehingga meskipun tidak akan menimbulkan masalah, setidaknya kamu tidak merasakan sakit atau nyeri. Continue reading

Mensyukuri

Dulu ketika saya baru saja mengalami musibah kecelakaan itu dan merasa menjadi orang yang amat menderita, saya bertanya-tanya: Mengapa saya harus mengalami ini? Mengapa saya yang harus menanggung ini? Apa perbuatan di masa lalu yang membuat saya harus menerima hukuman seperti ini?

Menunggu, menunggu, lalu menunggu, jawabannya tidak kunjung datang. Hingga suatu hari ketika badan saya mulai tegap, mulai bisa melihat lagi keadaan di sekitar, saya merasa tidak menginginkan jawaban itu lagi. Jika jawaban atas pertanyaan itu memang ada, apakah lantas akan membuat saya puas begitu mengetahuinya? Saya rasa, jika jawaban itu benar-benar ada, saya akan menyesal karena telah mengetahui kebenarannya.

2013 - 20 th

kruk buat jalan, dan diriku.

Continue reading

Operasi Lepas Pen Paha di RSUI Kustati Solo

Hari Selasa, 2 Agustus 2016 saya melakukan operasi lepas pen dari paha kiri. Pen itu terpasang cukup lama, kurang lebih 3 tahun semenjak kecelakaan bulan Agustus 2013. Menurut dokter, saya bisa melepasnya setelah 1 atau 2 tahun. Namun, karena boleh lebih dari 2 tahun, saya sengaja memilih waktunya ketika saya benar-benar terbebas dari urusan di kampus. Setelah terdaftar sebagai calon wisudawan bulan September tahun ini, saya memutuskan menunggunya dengan bed rest sejenak.


3 years ago…
Pada suatu malam Agustus 2013 di jalanan di kota Jepara, motor yang saya kendarai bertabrakan dengan motor lain dari arah berlawanan. Kecelakaan itu menyebabkan saya kehilangan kesadaran seketika. Atau jika saya memang tidak kehilangan kesadaran, kecelakaan itu menyebabkan saya kehilangan memori tentang kesadaran tsb. Sebab menurut keterangan warga yang menyaksikan, saya tidak sepenuhnya pingsan karena saat itu saya meronta. Kemudian seseorang mengaku melihat ada sepeda motor lain dari arah belakang saya tak bisa menghindari keberadaan saya di atas aspal sehingga terpaksa melindas kaki kiri saya. Mestinya itu terasa amat sakit tapi Allah sepertinya menghilangkan ingatan saya tentang hal itu. Dan orang yang menyebabkan kaki saya patah, dia melarikan diri.

Continue reading

Review Novel Gelombang (Book 5 of Supernova) – @DeeLestari

Barangkali ini yang disebut dengan masterpiece, benak saya mengutarakan kalimat ini sesaat setelah membaca halaman akhir novel Gelombang lalu memandangi sampul depan berkali-kali.

Saya berani menyebut Windy Ariestanty atau Ika Natassa sebagai penulis-pengamat, Tere Liye sebagai penulis-perenung, sementara Dewi Lestari sebagai penulis-pemikir.

Saya tidak mengikuti seri Supernova secara runtut dari awal. Namun saya sempat nonton film Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh tahun 2015 (Baca Review Film Supernova). Terakhir kali saya baca karya Dewi Lestari (Dee Lestari) adalah rectoverso, kumpulan cerpen, (yang sekarang bukunya entah dibawa siapa). Lalu tiba-tiba disodorkan seri Supernova ke 5 Gelombang dan langsung membuat saya penasaran dengan kelanjutan kisahnya serta apa yang telah saya lewatkan selama ini.

2016-07-16 08.18.39

Gelombang – Dewi Lestari

Continue reading

Review Novel Critical Eleven – @IkaNatassa

Barangkali terasa agak basi saya baru bahas novel Critical Eleven ini. Secara novel ini terbit tahun 2015 lalu ditambah yang di tangan saya adalah copy limited edition-nya dari 1.111 buku pre-order yang terjual (kabarnya ludes dalam 11 menit). Hmmm lucky number.

2016-07-12 12.31.28

first page.

Ika Natassa memang terkenal dengan branding dan marketing bukunya yang bagus. Oh ya, soal gimana cara dapetin buku ini, itu urusan kakak saya. Buat dapetin, setengah jam sebelum order dibuka, dia harus stand by di depan laptop, buka semua website onlineshop yang akan launching bukunya lalu berdoa supaya koneksi gak terputus. Continue reading

Review Novel ‘The Architecture of Love’ (Ika Natassa)

idul fitri

Sebelumnya, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin jika dalam postingan-postingan atau dalam membalas komentar dan berkomentar di blog sodara-sodara saya melakukan kekhilafan.


The Architecture of Love – Ika Natassa.

Belajar dari tokoh Raia di novel ini saya dapat pemahaman bahwa karya seperti novel tidak lahir begitu saja. Sebuah novel lahir setelah melewati serangkaian kejadian yang bermakna. Dan dalam setiap kejadian itu kemampuan penulis dalam mengelola dan mengolah inspirasi merupakan hal unik yang berharga. Karena itu saya begitu menghargai dan mengapresiasi sebuah karya tulis seperti novel.

Dan rasanya amat lancang seorang pembaca mereview, menilai, dan mengungkap kekurangan suatu novel dari sudut pandangnya sendiri sementara telah begitu banyak hal yang telah dikerjakan penulis untuk membuat suatu karya. Continue reading

Hasil Baca Ebook Febri: CTAT

Yang belum tahu Febri ini blognya. Atau saya kasih tahu, namanya Febri, kuliah di Fakultas Teknik UII Jogja. CTAT (singkatan dari Catatan Tengik Anak Teknik) adalah ebook yang berisi cerita-cerita ringan komedi tentang kehidupan kampus anak teknik sipil. Ebook ini dibagikan gratis dan bisa kamu unduh di sini. Niat Febri sangat mulia, ia ingin tulisannya bisa dinikmati orang lain setelah ke sana-sini belum ada penerbit yang ngelirik naskahnya. Sing sabar, Feb, haha. Kata penulis, semua karya ada jodohnya. Barangkali naskah ini belum ketemu jodoh yang pas saja.

ctat

Continue reading

Finally, I Got it!

Sebulan kemarin (Mei 2016) menjadi bulan yang cukup berat buat saya, karena saya harus mewujudkan mimpi dari gambar ini:

profil blog

I wanna get my graduation before 23

Di kampus saya, seorang mahasiswa dikatakan sudah lulus bukan setelah ia diwisuda, tapi sebelum itu. Kelulusan yaitu ketika kamu sudah menyelesaikan semua revisi, yang tanggalnya akan dicantumkan dalam surat keterangan yudisium.

11 Mei 2016 saya menghadapi sidang skripsi. 10 hari berikutnya adalah tenggat waktu yang saya berikan buat saya sendiri untuk menyelesaikan revisi karena setelah itu usia saya bertambah setahun menjadi *ehm* 23. Continue reading

Review Novel Hujan – Tere Liye

Sedikit Sinopsis:
Novel Hujan bercerita tentang seorang gadis bernama Lail yang ingin melupakan memori menyakitkannya. Setting berada pada tahun 2050an. Teknologi sudah maju. Teknologi itu mampu memodifikasi pikiran manusia, seperti menghapus memori dan mengkloning otak. Itulah yang hendak dilakukan Lail. Ia ingin menghapus memori menyakitkan dari otaknya tentang seorang laki-laki yang amat ia cintai.

Membaca judul dan melihat nama pengarangnya, banyak orang yang akan menebak bahwa ini adalah novel percintaan atau romansa. Betul. Tebakan ini jarang keliru karena kebanyakan novel Tere Liye berkisah tentang cinta. Continue reading