Tips Lolos Seleksi Ujian Masuk Pascasarjana UGM

Saya memang jarang berbagi tentang kegiatan akademik yang saya jalani di kampus ini. Seingat saya, saya hanya menulis 3 hal yang berhubungan dengan perjalanan menuju magister itu. Tulisannya bisa dibaca di bawah ini:

Cara Lolos Tes PAPs UGM (Skor 650++)

Tips Mempersiapkan Tes TOEFL (Skor 550+)

Perjalanan Menjadi Awardee LPDP 2018

Jika kamu membaca tulisan ini di masa pandemi COVID-19, dan kamu berencana mendaftar Pascasarjana tahun ini, kamu bisa cek jadwalnya di um.ugm.ac.id.

Jadi, UGM tetap membuka pendaftaran di masa pandemi ini, Mas?

Jawabannya: Iya.

Baca lebih lanjut

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Review Biografi: Dokter di Medan Lara (Penulis: Sili Suli & Hurri Hasan)

Buku ini sampai di tangan saya kalau tidak salah pada hari Selasa, 14 April 2020. Lama juga ya, baru saya tulis review-nya setelah seminggu lebih, hehe. Bukunya memang tebal, 350-an. Tapi bukan itu masalahnya. Penghambatnya adalah Study from Home yang mencekoki saya (dan teman-teman saya) dengan banyak sekali tugas. (Ya Allah, memang mengeluh adalah kelemahan saya).

Saya bukan tipe orang yang suka membaca di waktu luang. Namun, meluangkan waktu untuk membaca adalah pilihan saya, karena membaca di waktu luang yang cuma sedikit-sedikit itu kurang nikmat rasanya dibanding dengan membaca seharian.

dokter di medan lara sili suli hurri hasan

Baca lebih lanjut

Last Writing 2019

Jika kamu pernah membaca beberapa tulisan di sini dan merasa kasihan dengan blog ini, saya juga. Ini adalah post ke 5 alias post terakhir di tahun 2019. Ok, di tahun 2019 saya memang tidak produktif (dalam hal menulis).

Lalu, kemana saya?

Tidak ada yang nanya, Mas.

Ok, tidak apa-apa aku memaksa.

Saya menulis ini di titik 0 km, di Jogja, di malam tahun baru. Saya tidak pulang kampung seperti kebanyakan teman saya. Saya memilih berada di sini, menikmati kesendirian, berbicara dengan diri sendiri lebih dalam. Baca lebih lanjut

Tidak Lolos Beasiswa LPDP: Tidak Apa-Apa

Saat ini saya memang menempuh pendidikan S2 dengan beasiswa LPDP. Tentu beberapa dari kalian bilang, “Lho, kan kamu lolos, Kak, tahu apa soal kegagalan?” Ok, be calm, sit back. Saya lolos beasiswa LPDP tahun 2018 dan pernah GAGAL mendapatkan beasiswa tsb di tahun 2017. So, from this you will see why these all make sense. Saya akan berbagi cerita kegagalan di tahun 2017 dan kenapa akhirnya lolos di tahun 2018.

2017 tidak lolos, 2018 lolos beasiswa LPDP

Baca lebih lanjut

Review Novel Sili Suli: Surya, Mentari, dan Rembulan

Ini adalah novel kiriman yang mana saya belum tahu informasi apapun tentangnya hingga novel ini tiba di tangan saya bulan April lalu. Saya tidak menyangka akan membaca novel setebal 539 halaman ini. “Sepertinya novel ini dibuat dengan sungguh-sungguh,” pikir saya waktu pertama kali membuka bungkusnya. Dengan jumlah halaman setebal itu, tidak mungkin penulis mengorbankan waktu dan tenaganya hanya untuk membahas omong kosong. Dan memang sepengalaman saya membaca novel setebal kitab suci, jarang merasa kecewa. Selalu ada sesuatu di dalamnya. Namun, untuk novel ini barangkali lain karena menurut penulisnya, ini adalah novel perdana yang dia tulis.

novel sili suli surya mentari dan rembulan

Baca lebih lanjut

Berpikir Tentang Bencana Alam

Suatu hari saya mendengar seseorang berkata, “Kejadian itu sudah ditakdirkan oleh-Nya.”

Apakah pernyataan itu benar sepenuhnya?

Konteks kalimat, “Kejadian itu sudah ditakdirkan oleh-Nya,” mengandung penerimaan dan kepasrahan mutlak yang seolah tidak bisa diganggu-gugat. Kalimat itu menyuruh kita bungkam dan menerima kejadian yang memang tidak bisa kita hindari.

Saya lebih nyaman ketika mengucapkan, “Kejadian itu memang ditakdirkan oleh-Nya, tapi…”

Baca lebih lanjut

Merdeka!

Merdeka dalam benak orang lain adalah bebas: bebas dari tuntutan tugas, bebas dari tekanan, bebas dari rutinitas.

Kita bisa memilih untuk ikut dengan orang lain atau membuat makna yang lebih baik.

Merdeka yang dimaknai oleh orang lain seperti yang saya ungkapkan di atas bukanlah hal yang salah. Hanya saja, hal itu secara tidak langsung telah mengkerdilkan makna Merdeka.

Baca lebih lanjut

Dikenang Karena Tulisan

Kamu mungkin jarang merasakan kehilangan seseorang jika seseorang itu bahkan tidak pernah kau temui secara langsung. Namun, bagaimana jika seseorang itu adalah salah satu yang membuat sesuatu untuk kau nikmati?

Percayalah… Jika sesuatu-yang-kau-nikmati itu tiba-tiba berhenti menghampirimu, kau akan bertanya-tanya: Kemana dia? Kemana orang yang selalu membuat itu? Kau baru merasa kehilangan meski kau bahkan tidak pernah bertemu dengannya. Namun, tulisan-tulisan yang dia tulis…, bukankah itu cukup sebagai representasi dari ketiadaan fisik seseorang?

Baca lebih lanjut